Rabu, 29 April 2026

Naikkan Kapasitas Untuk Kurangi Ongkos Logistik

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep

batampos.co.id – Setelah mendapat perintah dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla beberapa hari yang lalu, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan bergerak cepat untuk membenahi Pelabuhan Batuampar dalam tempo sebulan.

“Langkah awal kita akan melakukan konsolidasi kargo dengan mengundang pengguna jasa di pelabuhan. Intinya adalah bagaimana menurunkan ongkos logistik, maka kita kejar peningkatan volume,” kata Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) BP Batam, Nasrul Amri Latif, Senin (4/2/2019).

Ada tiga langkah berurutan yang akan dilakukan BP Batam, mulai dari konsolidasi kargo, kemudian modernisasi dan terakhir percepatan proses administrasi. Untuk dua langkah terakhir, mungkin akan akan dilakukan dalam jangka panjang.

Dalam tahapan konsolidasi kargo ini, selain berdiskusi dengan pengguna jasa, BP juga akan berdiskusi dengan Pelindo. Namun untuk Pelindo yang mana, masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Wakil Presiden.

Untuk tujuan awal, cara menurunkan ongkos logistik adalah dengan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Batuampar. Mengenai caranya, makanya BP perlu meminta pendapat dari stakeholder lain.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk Abidin Hasibuan pernah menyebut biaya logistik dari Batam menuju Singapura sangat mahal, dibandingkan dari Jakarta ke Singapura.

“Kami laporkan Wapres langsung bahwa transportasi cost dari Singapura ke Batam sebanyak 20 feet mencapai 470 Dolar Amerika dengan waktu 3 jam. Sedangkan dari Jakarta ke Singapura sekitar 250 dolar Singapura dalam waktu tiga hari,” ucapnya belum lama ini.

Ongkos logistik Batam menuju Singapura ini lebih mahal 88 persen dibanding Jakarta menuju Singapura. Fakta ini dianggap menghambat dunia usaha.

“Saya pernah ditegur CEO Pegatron. Karena ia mau buka 2000 lowongan asal bisa turunkan biaya logistik 50 persen,” ucapnya.

Karena hal tersebut, maka Wapres Jusuf Kalla (JK) meminta BP Batam menyelesaikan masalah tersebut dalam 1 bulan. Beberapa masukan diberikan JK, salah satunya agar BP Batam bekerja sama dengan PT Pelindo II.

“Naikkan kapasitas, coba naikkan kapasitasnya 3 kali lipat, mudah ini. Pokoknya Pelindo mesti masuk dalam waktu (dekat), bicara. Nanti saya juga nanti bicara di Jakarta dan dengan Menteri Perhubungan juga,” ucap JK.

“Selesaikan ya sebulan, kerja sama dengan Pelindo, usahakan Pelindo masuk sini investasi, tambah itu (luasnya), bongkar itu gudang-gudang tua itu. Kalau ditanya nanti bilang saja perintah dari Wapres, saya tanggung jawab kalau kamu diperiksa,” kata JK kala itu.

Sedangkan Walikota Batam, Rudi mengatakan pembenahan Batuampar menjadi pekerjaan rumah bersama antara BP dan Pemko Batam.

“Pesan pak JK ke BP itu dikasih satu bulan selesaikan port kontainer Batuampar. Sekarang ini, sistem pekerjaannya masih pakai beko, 50 tahun lalu juga itu. Di dunia ini sudah tak ada lagi, kecuali di Batuampar,” paparnya.

Menurut Rudi, Batuampar bisa menampung lebih banyak kontainer lagi kalau diurus secara serius.

“Sekarang kan 300 ribu TEUs per tahun. Sebenarnya bisa itu 1,2 juta TEUs per tahun. Tapi harus pakai sistem biar orang tak bosan ke Batam,” ungkapnya. (leo)

Update