Rabu, 22 April 2026

Polisi Minta Pemerintah Pasang Rambu-Rambu

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jenazah M Rafly Kurnia, 18 akhirnya ditemukan jajaran polisi, basarnas dan marinir di dekat keramba budi daya ikan Setokok, Bulang, Senin (4/2/2019) pukul 06.35. Rafly dinyatakan hilang sejak Sabtu (2/2/2019) lalu, setelah terbawa arus saat berenang bersama rekan-rekannya di bawah Jembatan III Barelang.

Saat ini, jenazah Rafly sudah dibawa ke RS Bhayangkara guna keperluan otopsi. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan dari hasil visum luar tidak ditemukan tindak kekerasan atau hal mencurigakan.

“Tidak ada yang aneh, sudah dibawa oleh keluarganya kembali ke rumah,” katanya, Senin (4/2/2019).

Terkait kejadian ini, Erlangga berharap orangtua lebih memberikan pengawasan lebih ke anak-anaknya. Ia meminta orangtua tidak memberikan izin bagi anak-anaknya untuk berenang, apabila anak tersebut tidak memiliki kemapuan berenang. Selain ke orangtua, Erlangga juga meminta peran serta dari pemerintah daerah.

“Ini pelajaran bagi kita semua, kami harap pemerintah daerah dapat membuat papan informasi atau pengumuman di titik atau lokasi yang membahayakan keselamatan bagi orang. Misalnya di Jembatan III itu, dibuat tulisan Awas Arus Deras, dilarang berenang. Jadi akan menyurutkan niat orang berenang,” ungkapnya.

Selain itu, Erlangga berharap pengelola lokasi wisata juga menyiapkan peralatan bantuan untuk menolong orang yang tenggelam.

“Harusnya di tempat wisata seperti dekat laut itu ada penjaganya. Orang ini bertugas memperingatkan dan memberikan bantua apabila ada yang sedang dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Erlangga meminta harus lebih memperhatikan keselamatan diri. “Kalau gak bisa berenang, jangan memaksakan diri berenang. Hal-hal ini perlulah jadi perhatian kita bersama, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ska)

Update