Sabtu, 25 April 2026

34 SMA/SMK Belum UNBK

Berita Terkait

Ilustrasi
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini ada 34 sekolah SMA dan SMK yang masih belum menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tetapi masih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Dari data dinas pendidikan provinsi Kepri, ada 81 sekolah yang sudah menggunakan sistem UNBK.

Kepala dinas pendidikan provinsi Kepri Muhamad Dali mengatakan, untuk Kota Batam ada sekitar 33 SMA yang UNBK di sekolah sendiri dan ada 2 SMA yang menumpang di sekolah lain. Sementara yang masih tetap menggunakan sistem UNKP ada sekitar 23 sekolah.

“Jadi untuk SMA sudah lebih banyak yang menggunakan komputer. Dan yang menumpang UNBK hanya ada dua sekolah lainnya,” katanya, Rabu (6/2/2019).

Sementara untuk tingkat SMK, ada sekitar sekitar 46 sekolah yang ujian berbasis komputer. Sementara 11 sekolah lainnya masih menggunakan kertas dan pensil.

“Dari 46 sekolah ini ada 7 sekolah yang menumpang di sekolah lain. Ya mungkin sekolah itu masih belum lengkap sarana dan prasarananya,” tambah Dali.

Sementara jumlah peserta kesluruhan SMA dan SMK yang akan ikut ujian nasinal di tahun 2019 mencapai 12. 589 siswa. Ini terdiri dari 6.949 siswa SMA dan ada 5.640 siswa SMK.
“Jadi cukup banyak. Dan Batam ini jumlah peserta dan sekolahnya yang paling banyak di daftar peserta UN setiap tahunnya,” tambahnya.

Mengenai persiapan penyelenggaraa UN, Dali mengakui bahwa pihak sekolah masing-masing sudah mempersiapkannya. Ia berharap semua siswa yang ikut UN bisa lulus dengan nilai terbaik. Dan ia berharap nantinya selama pelaksanaan ujian akan berjalan dengan baik dan lancar.

” Kita berharap di tahun-tahun mendatang sudah semua bisa UNBK dan tidak ada yang menumpang. Mudah-mudahanlan tahun ini semua berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri dari Dapil Batam Onward Siahaan mengatakan, pelaksanaan UNBK ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi sayang masih banyak yang masih menumpang di sekolah lain.

“Harapan kita, tahun-tahun mendatang jangan lagi ada yang menumpang. Semua sarana dan prasarana pendukung harus dilengkapi. Lagian kalau ujian di sekolah lain kurang tepat juga,” katanya. (ian)

Update