batampos.co.id – Pembenahan organisasi menjadi fokus perhatian cabang olahraga atletik di triwulan pertama 2019. Satu agenda besar yang akan dihelat adalah musyawarah kota (muskot) yang akan dilak-sanakan di triwulan pertama ini.

Dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Batam Reggy Djakarya, pembenahan organisasi menjadi keharusan untuk pembinaan atletik di Batam. Keberadaan organisasi yang menjadi wadah untuk pembinaan atlet atletik.

Loading...

”Sebenarnya banyak agenda kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2019 hingga 2020. Tetapi kita step by step terlebih dahulu. Kita fokus benahi wadahnya terlebih dahulu. Sebab, jika wadahnya kacau, otomatis pembinaan juga akan terganggu” tutur Reggy, Rabu (6/2/2019).

Dua atlet atletik Kota Batam tengah berlatih di Stadion Gelora Citramas, Kabil, Nongsa, Jumat (23/11) lalu. Atlet-atlet cabor atletik Batam sedang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai event di 2019.
foto: batampos.co.id / ryan agung

Rencananya Muskot PASI Kota Batam akan dilaksanakan di Gelora Citramas dengan diikuti pecinta dan pegiat atletik dari 12 kecamatan yang ada di Batam. Nanti steering comitee yang akan menentukan mekanisme yang akan digunakan.

”Perwakilan 12 kecamatan ini bisa dari pegiat dan pecin-ta atletik, atau bisa juga dari sekolah yang terlibat dalam pembinaan atletik di Batam. Agenda utamanya adalah mencari sosok yang tepat untuk memimpin PASI Kota Batam untuk periode selanjutnya,” ujarnya.

Reggy menyayangkan jika atlet atletik sampai harus terbengkalai, sementara sarana dan prasarana yang ada dirasakan tercukupi.

”Kita punya lintasan yang berkelas internasional. Dan ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit,” terangnya.

”Untuk pembangunan lintasan di Gelora Citramas ini memakan dana hingga Rp 6 miliar. Jika tidak dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan kejuaraan sungguh sangat disayangkan. Sementara itu semua membutuhkan peran serta dari induk organisasi, KONI, dan pihak swasta,” bebernya.

Di lain pihak, PASI Kota Batam tengah mempersiapkan secara matang muskot.

”Kita berada di olahraga yang terukur. Otomatis semuanya direncanakan dan dilaksanakan dengan pertimbangan yang matang. Tidak bisa dilaksanakan secara dadakan, karenanya membutuhkan persiapan dan pelaksanaan yang matang,” sebutnya.

Untuk semakin menyemarakkan muskot, juga akan digelar event bertajuk Kids Athletic and Sprint Contest 2019. Event ini dilaksanakan sebagai sarana untuk memperkenalkan atletik di kalangan generasi muda Batam.

”Ini sifatnya adalah permainan yang terukur. Ini dimaksudkan untuk menarik minat generasi muda akan atletik,” paparnya.

Event ini diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum. Event ini dibagi menjadi empat kategori, yakni kids athletic untuk anak kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya, lari 100 meter untuk kelahiran 2003-2006 (SMP), lari 100 meter untuk kelahiran 2001-2002, dan lari 100 meter untuk kelahiran 2000-1985 (umum).

Reggy berharap dengan penyelenggaraan muskot, atletik di Batam punya legalitas yang jelas. Selain itu juga diharapkan PASI Kota Batam mampu menjadi wadah pecinta atletik.

”Kita harus punya ide yang sama untuk mendapatkan bibit atlet atletik yang bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” imbuhnya.

Potensi atlet Batam diakui pelatih atletik Kota Batam Dyan, luar biasa. Apalagi atletik dalam Porprov lalu menjadi salah satu penyumbang medali di Kota Batam.

Hanya saja, lanjut Dyan, tidak adanya peerhatian dari PASI Kota Batam lantaran ketidakjelasan kepengurusan, menjadikan pembinaan atlet tidak maksimal.

”Kami berjalan dengan sendirinya, tidak ada yang menjadi tempat mengadu jika mendapat masalah. Ini menjadi perhatian penting bagi kepengurusan PASI periode mendatang. Karena Batam punya sumber daya yang bagus dalam hal bibit atletik,” cetusnya.

Reggy menambahkan, tak kalah penting dalam pembinaan atletik adalah suasana yang kondusif.

”Suasana ini harus dibangun. Suasana dimana semua mendukung dan tidak membebani atlet,” tegasnya.

Selain itu, minimnya kejuaraan yang digelar baik di tingkat kota maupun provinsi menjadi penyebab kurang bersinarnya atlet Batam di kancah regional dan nasional.

”Bagaimana mau bersinar jika tidak ada kejuaraan. Kejuaraan ini menjadi salah satu tempat untuk memoles atlet supaya bisa bersinar. Dan ini akan menjadi motivasi bagi atlet atletik untuk berprestasi,” tutur Reggy.

Untuk itu, melalui muskot ini diharapkan akan muncul tokoh atau sosok yang bisa membenahi dan meningkatkan prestasi atletik Kota Batam di masa mendatang.

”Semoga nanti muskot bisa memberikan hasil yang baik yang bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Batam dan Kepri,” harap Reggy.(yan)

Loading...