Jumat, 10 April 2026

Premium dan Pertalite Sering Kosong

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sales Eksekutif Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Kepri Arwin Nugraha mengklaim penyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM)

bersubsidi di Kota Batam sesuai dengan regulasi dan kebutuhan masyarakat. Penyaluran premium didasarkan atas realiasi tahun sebelumnya.

“Patokan kita realiasi tahun 2018 lalu,” kata Arwin, Rabu (6/2/2019).

Diakui Arwin, setiap harinya Batam mendapatkan pasokan kuota premium sebesar 450 kiloliter (kl). Bila dibandingkan 2018 lalu, kuota penyaluran premium di Batam masih di angka yang sama tanpa peningkatan. “Kuota premium setahu saya belum ada pengu-rangan ataupun penambahan. Konsumsi tahun lalu rata-rata segini (450 kl per hari, red),” jelasnya.

Terkait penyaluran BBM nonsubsidi di wilayah kerjanya, tambah Erwin, tidak berdasarkan kuota. Misalnya BBM jenis pertalite. Pada prinsipnya memenuhi kebutuhan konsumen sekitar 300 kl setiap harinya.

“Memang tak ada diberi kuota. Tapi rata-rata kita salurkan 300 kl per hari,” sebutnya.

Disinggung mengenai masih adanya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kekosongan pertalite, Arwin menjawab ke-mungkinan sedang menunggu proses pengiriman.

“Pada prinsipnya kita akan menyalurkan berapapun kebutuhan masyarakat. Jadi kalau kebutuhan meningkat kita salurkan juga meningkat,” terangnya.

Arwin menambahkan, untuk pengawasan di lapangan sendiri menjadi tanggung jawab Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Misalnya SPBU yang menjual BBM subsidi bukan untuk peruntukannya seperti yang dilakukan pertamini di lapangan.

“Pengawasan usaha hilir migas jadi tanggung jawab BPH Migas,” jelasnya.

Sebelumnya, persediaan BBM jenis premium kembali mengalami kekosongan di beberapa SPBU di wilayah Sagulung, Seibeduk, dan Batam Kota. Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat terjadi sejak pagi hari, Selasa (5/2/2019) lalu.

Pantauan Batam Pos di SPBU Seibeduk, antrean panjang kendaraan roda dua dan empat terjadi di bio pertalite sejak pagi hari. Pasalnya ketersediaan premium sudah habis sedari malam hari. Hal ini lantaran banyak pengguna kendaraan mengisi premium untuk liburan Imlek.

“Premium sudah habis dari semalam. Sorenya datang, malam langsung habis,” ujar petugas SPBU yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di SPBU tersebut pengiriman premium hampir ada setiap hari, mulai dari 10 kl sampai 24 kl. Tetapi tingkat kebutuhan kendaraan sangatlah tinggi, hanya bertahan sampai malam hari dan pagi hari langsung habis. Sementara di SPBU Top 100 Tembesi antrean panjang juga terjadi bahkan untuk BBM jenis premium sudah habis dari malam hari.(rng)

Update