batampos.co.id – Ketua Saber Pungli Kota Batam AKBP Mudji meminta kepada Masyarakat untuk berperan aktif melaporkan pungli, terutama dalam penerimaan peserta didik baru. Sebab, peran aktif masyarakat ikut mensukseskan kerja Tim Saber Pungli Kota Batam kedepannya.
“Tim Saber Pungli ini terdiri dari beberapa instansi. Mulai dari kepolisian, kejaksaan, TNI dan beberapa instansi lainnya. Untuk tahun ini, kita akan meningkatkan lagi dari tahun kemarin. Saat ini, ada yang kita pantau, jadi ditunggu saja,” ujar Mudji.
Menurut Wakapolresta Barelang ini, masyarakat dapat melaporkan dugaan yang ditemukan ke beberapa wadah, seperti situs internet, telepon, dan pesan singkat. Kepada masyarakat yang melapor, tentunya Tim Saber Pungli akan merahasiakan identitas masyarakat yang melapor dan hal itu sudah diatur di dalam peraturan yang berlaku.
“Kalau ada masyarakat yang menjadi korban pungli atau mengetahui adanya praktik pungli, silahkan menghubungi nomor hape saya atau nomor anggota tim saber pungli dan kita akan langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan,” katanya.
Mudji menambahkan, selama ini Tim Saber Pungli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berdasarkan hasil penyelidikan anggota Tim Saber Pungli di lapangan. Partisipasi masyarakat tak hanya membantu pekerjaan Satgas Saber Pungli. Tapi, juga dapat memberikan pengawasan menyeluruh terhadap pelayanan publik di Kota Batam.
“Selama ini, kita sudah melakukan OTT belasan kali. Dengan pengungkapan ini, kita harapkan masyarakat tahu jika Kota Batam mempunyai Tim Saber Pungli,” tuturnya.
Dari beberepa kasus yang ditangani, beberapa diantaranya hanya lakukan pembinaan saja. Untuk kasus yang dilakukan pembinaan salah satunya adalah kasus pungli premanisme dengan sasaran parkir liar, yang kerugiannya hanya dibawah Rp 1 juta. Sementara untuk kasus yang jumlah kerugiannya besar, sudah mereka proses dan dilanjutkan ke persidangan.
“Parkir liar itu kita amankan dari berbagai tempat, ada dari Sekupang, Penuin dan Winsor. Anggota kita akan jalan untuk membasmi setiap praktik pungli di Koya Batam,” imbuhnya. (egi)
