batampos.co.id – Kapal tunda (tugboat) Koi 3 yang mengangkut enam Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) bertabrakan dengan kapal tanker Shun Sheng di perairan Selat Singapura, Kamis (7/2). Empat ABK dinyatakan selamat, sedangkan dua lainnya masih hilang.

Kasi Operasi SAR Tanjungpinang Eko Suprianto menjelaskan, tugboat berbendera Sierra Leone tersebut awalnya bergerak dari Pasir Gudang, Malaysia menuju Tuas, Singapura. Tiba di perairan Selat Singapura, tugboat yang menarik tongkang bermuatan pasir tersebut bertabrakan dengan kapal tanker.

“Empat ABK selamat,” kata Eko.


Setelah mendapat informasi kecelakaan laut dari MPA Singapura, kata Eko, pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian menggunakan kapal SAR Purworejo 101 dan unsur SAR lainnya yakni Lanal Batam dan personel Pos TNI Angkatan Laut Pulau Nipah.

SAR Tanjungpinang menurunkan 18 personel dan lima Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan.

Saat ini, kata Eko, tugboat berhasil ditarik oleh kapal SSI Olivia. Sedangkan tongkang bermuatan pasir, ditarik oleh kapal SSI Marina dan SSI Joen.

“Tugboat dan tongkang sudah berada di perairan Tuas, Singapura,” jelasnya.

Selanjutnya, proses pe­nye­laman dan penyelamatan dua ABK yang masih hilang, akan dilakukan oleh penyelam SAR Singapura.

“Operasi SAR di perbatasan Indonesia dinyatakan ditutup. Proses pencarian dilanjutkan oleh SAR Singapura,” kata Eko. (odi)

Loading...