batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) 2019 akan diikuti 14.326 siswa se-Kepri. Paling banyak dari Batam, yakni sekitar 6.949 siswa.
“Memang setiap tahun paling banyak Batam. Kemudian Karimun, Tanjungpinang, Natuna, dan Bintan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri Muhamad Dali, Kamis (7/2/2019).
Ia menyebutkan, untuk peserta UN tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kepri jumlahnya juga tidak jauh berbeda.
“Kita berharap semua yang akan ikut UN dari Kepri ini bisa lulus semua. Dan pelaksanaan UN ini semoga berjalan lancar,” ucapnya.
Dali mengatakan, tahun ini ada 34 SMA dan SMK yang belum menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) alias masih menerapkan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sedangkan yang sudah menerapkan UNBK sebanyak 81 sekolah.
Untuk Kota Batam, lanjutnya, ada sekitar 33 SMA yang sudah melaksanakan UNBK di sekolah sendiri, serta dua SMA menumpang di sekolah lain. Sedangkan yang masih menggunakan sistem UNKP terdapat 23 sekolah.
“Jadi untuk SMA sudah lebih banyak yang menggunakan komputer. Dan yang menumpang UNBK hanya ada dua sekolah,” sebutnya.
Sementara untuk tingkat SMK, terdapat 46 sekolah sudah melaksanakan ujian berbasis komputer. Lalu, 11 sekolah lainnya masih menggunakan kertas dan pensil.
“Dari 46 sekolah ini, ada 7 sekolah yang menumpang di sekolah lain. Mungkin sekolah itu masih belum lengkap sarana dan prasarananya,” tambah Dali.
Adapun jumlah keseluruhan peserta UN tingkat SMA dan SMK pada tahun 2019 di Kota Batam mencapai 12.589 siswa. Ini terdiri 6.949 siswa SMA dan 5.640 siswa SMK.
“Jadi cukup banyak. Dan Batam ini jumlah peserta dan sekolahnya yang paling banyak di daftar peserta UN setiap tahunnya,” tambahnya.
Mengenai persiapan penyelenggaraa UN, Dali mengakui pihak sekolah masing-masing sudah mempersiapkannya. Ia berharap semua siswa yang ikut UN bisa lulus dengan nilai terbaik. Ia juga berharap nantinya selama pelaksanaan ujian akan berjalan dengan baik dan lancar. (ian)
