foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Tipe B Batam, Susila A Brata mengklaim saat ini arus lalu lintas pengiriman barang melalui perusahaan jasa titipan (PJT) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah kembali lancar. Tidak ada lagi tumpukan atau hambatan di kargo bandara.

Ia mengungkapkan ada beberapa permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu, yang menyebabkan penumpukan. “Salah satunya tidak sinkronnya data yang disertakan dengan isi dalam paket pengiriman. Sehingga hal inilah yang menjadi kendala pengiriman,” katanya, Jumat (8/2/2019).

Ia mengatakan aturan yang terapkan Bea Cukai bukanlah sesuatu yang baru. Namun implementasinya baru dilakukan per 1 Februari lalu. “Sebenarnya sejak Desember sudah sosialisasi kami. Pemetaan kendala juga sudah dilakukan, tapi pas diberlakukan. Ternyata ada data dokumen yang tak sesuai,” ungkapnya.

Faktor lain penumpakan ini, Susila tak menutup kemungkinan sistem yang baru butuh sedikit waktu, agar dapat berjalan lancar. Ia mengatakan jajaran Bea Cukai Batam terus menyempurnakan sistem yang baru tersebut, agar dapat memudahkan masyarakat.
“Sistem baru ini memiliki banyak unggulan. Karena memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang, dan seluruh data juga terpantau secara online. Di bidang pengawasan, kami juga dimudahkan dengan sistem yang baru ini,” tuturnya.

Susila meminta bantuan dari masyarakat agar sistem ini dapat berjalan sepenuhnya. Masyarakat dapat membantu dengan merinci spesifikasi dan jumlah barang yang akan dikirimkan. “Dokumen yang tertera, haruslah sesuai kondisi barang yang dikirimkan. Hal itu dapat mempercepat proses pengiriman,” ucapnya.

Selain permasalahan data yang kurang sinkron. Kabid BLKI Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan masih sedikit kendala di lapangan yakni barcode yang belum standar. “Tapi PJT dan BC sedang terus melakukan evaluasi untuk mengatasi kasus ini,” ungkapnya.

Sumarna mengatakan masih ada beberapa barang belum terkirim. Dan barang yang sudah cukup tak terkirim, akan dikembalkan ke pengirimnya lagi. “Penyebabnya itu saja, belum sinkronnya data dan barcode saja,” ucapnya. (ska)