batampos.co.id – Ketua organisasi kemasyarakatan Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Lingga Azerah menyoroti adanya dugaan aktivitas penyelundupan timah keluar Kabupaten Lingga.

“Saya rasa sudah tidak rahasia lagi di Dabo kalau saat ini kembali marak aksi penyeludupan timah. Beberapa daerah pesisir pantai di Kecamatan Singkep, Singkep Pesisir dan Singkep Selatan dijadikan tempat keluarnya timah,” kata Azrah, Jumat (8/2/2019) pagi.

Modus yang dilakukan para penyelundupan timah saat ini dari informasi yang didapat tidak lagi dengan mengunakan kapal besar yang langsung membawa timah ke daerah tujuan. Pompong ini membawa timah untuk selanjutnya dinaikan ke kapal yang lebih besar di tengah laut.

Beberapa hari belakangan juga telah beredar kabar yang menyatakan para penyelundup timah telah berhasil membawa timah keluar dari Kabupaten Lingga.

Azerah juga menyayangkan Selama ini, para penyeludup timah menempatkan masyarakat pendulang sebagai “bumper” bila ada LSM atau pihak lain yang menghalangi aktivitas mereka. Hal ini tentu tidak heran sebab sebagain masyarakat di Singkep manggantungkan hidupnya dengan cara mencari timah.

“Saat ini saya tidak menyalahkan masyarakat yang mendulang. Meraka bekerja hanya untuk nencari nafkah menghidupi keluarga. Tapi, para penyeludup timah yang harus diberantas karena telah merugikan negara,”ujar Azerah. (wsa)

Loading...