Duta Air Anak ATB sedang memberikan edukasi hemat air kepada siswa SD Islam Nabilah beberapa waktu lalu

Semua orang mengerti bahwa air adalah sumber kehidupan. Sebagai satu-satunya planet yang memiliki kehidupan, sebanyak 70 persen permukaan bumi ditutupi oleh air. Namun tidak banyak yang memahami bahwa bumi bisa kekurangan air. Bukan air secara keseluruhan, namun kita sedang berhadapan dengan krisis air bersih.

Hasil penelitian menunjukkan hanya ada tiga persen air yang bersifat segar dan aman dikonsumsi. Namun, hanya satu persen saja yang tersedia bebas seperti di sungai, bawah tanah, danau dan kantung-kantung air lainnya. Lalu kemana sisanya? Dua persen lagi masih terbungkus dalam es maupun salju yang tebal di kutub yang berfungsi menstabilkan iklim global.

Bayangkan hanya ada satu persen air segar untuk menghidupi 7,8 miliar orang di bumi. Menurut PBB, lebih dari satu miliar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih, tiga miliar orang tidak memiliki layanan sanitasi yang memadai dan angka kematian akibat penyakit menular melalui air yang kurang bersih mencapai tiga juta kematian per tahun.

Melihat hal ini, tentu saja menghemat penggunaan air menjadi solusi paling tepat untuk dilakukan. Tidak hanya fokus pada orang dewasa saja. Sebagai generasi penerus selanjutnya, anak-anak perlu diajari untuk hemat air. Pasalnya, si kecil masih akan tinggal di bumi selama berpuluh-puluh tahun ke depan sementara semakin lama bumi semakin kekurangan pasokan air bersih karena perubahan iklim dan pemanasan global.

Muhammad Altaf Manhaju Al Fikri Rahman, Duta Air Anak ATB secara reguler terlibat dalam program edukasi untuk menumbuhkan kesadaran terutama di lingkungan anak-anak usia sekolah mengenai kondisi sumber air yang terbatas di Kota Batam.

Selain itu, program edukasi yang dilakukan siswa Sekolah Islam Nabilah ini juga untuk meningkatkan perilaku bijak dalam penggunaan air bersih. Siswa berprestasi yang akrab disapa Altaf ini, membagikan tips sederhana bagaimana cara menghemat air dimulai dari lingkungan sekolah dan rumah. Berikut tiga tips mudahnya.

1. Gunakan air seperlunya, jangan berlebihan

Anak-anak sangat suka main air, apalagi saat mandi. Namun mandi lama-lama sambil main air bisa membuang setidaknya 40 galon air. Altaf menghimbau untuk mandi menggunakan gayung atau shower dan tidak main air saat mandi. Kalau memang sangat suka main air, sebaiknya pergi berenang atau main ke pantai. Ini sebagai bentuk kesadaran kapan harus hemat air dan kapan boleh main air.

2. Matikan keran air saat tidak digunakan

Saat sedang sikat gigi, sebaiknya gunakan gelas kumur daripada membiarkan air keran mengalir terus ketika sedang membersihkan mulut. Kemudian pastikan keran air selalu ditutup rapat sehingga tidak ada air yang menetes.

3. Jangan buang sampah sembarangan

Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak kelestarian lingkungan. Menurut Altaf, buang sampah sembarang juga bisa merusak kualitas air dan menjadikan kita boros air. Contohnya jika membuang sampah ke toilet maka akan membuat kita menekan tombol flush berulang-ulang agar sampah terbawa ke dalam saluran pembuangan.

Selain aktif mengkampanyekan penghematan penggunaan air, keterbatasan persediaan sumber air untuk diolah juga membuat ATB terus melakukan upaya peningkatan inovasi teknologi pengolahan agar lebih efisien dan tepat guna. Namun, semua itu tidak ada artinya jika masyarakat belum bijak dalam penggunaan air bersih. Nah, sejauh ini apa kontribusi yang sudah kita berikan untuk mempertahankan ketersediaan air bersih di Batam?. Jangan sampai kalah dengan anak-anak ya..