batampos.co.id – Polisi berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan Fitri Suryati alias Yui Wewei, Selasa (12/2) dinihari sekitar pukul 00.10 WIB di kawasan Bengkong Permai.

Saat hendak diamankan, terduga pelaku yang diketahui bernama Yudha Lesmana itu berusaha melawan. Dor,… Polisi memberi tembakan peringatan namun tak digubris. Laras pun diarahkan ke kaki tertuga

“Pelaku baru kati amankan tadi malam di kos nya daerah Bengkong Permai,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan.

Usai menjalani perawatan untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di kakinya, selanjutnya Yudha dibawa ke Mapolresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, Andri belum bisa membeberkan terkait dengan motif pembunuhan ini.

“Pelaku akan menjalani pemeriksaan terlebih dulu. Nanti akan kita sampaikan mengenai motif dia melakukan aksi ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan kemarin, Fitri Suryati alias Yu Weiwei ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Kompleks YKB Blok F Nomor 9, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam, Senin (11/2/2019) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat ditemukan, kedua tangan wanita keturunan Tionghoa itu dalam keadaan terikat.

Yu tewas dengan luka akibat senjata tajam di bagian lehernya. Jasad Yu ditemukan dalam posisi telungkup di lantai kamarnya dan mengenakan baju tidur berwarna merah muda.
Kematian Yu ini pertama kali diketahui Robert, tetangga korban yang saat itu hendak membeli gas elpiji kemasan 3 kilogram. Sebab rumah Yu merupakan pangkalan gas elpiji bersubsidi itu.

Saat itu, Robert memanggil si pemilik rumah. Namun setelah beberapa kali memanggil, Fitri alias Yu tidak keluar rumah. Posisi pintu teralis rumah sedang dalam keadaan terbuka.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Saya intip ke dalam rumah. Saat itu suara tivi hidup dan anjing di dalam rumah sama di luar gonggong terus. Kalau ada orang tidak mungkin gak keluar rumah karena anjing gonggong terus,” katanya.

Karena tidak ada jawaban dari dalam rumah, Robert memutuskan untuk kembali pulang. Namun sebelum beranjak pulang, Robert mengaku melihat tetesan darah di lantai rumah Yu. Tak hanya itu, tetesan darah juga terlihat body motor Honda Beat BP 3015 JQ yang terparkir di teras rumah.

Robert kemudian bergegas pulang dan menceritakan hal itu ke ibunya. Selanjutnya ia meminta ibunya agar menghubungi nomor telepon Yu.

“Ditelepon pertama kali tidak aktif. Kemudian ditelepon lagi aktif, tapi tidak diangkat. Kemudian telepon orang tuanya, itu baru ketahuannya,” jelasnya di lokasi kejadian.
Tetangga korban lainnya, Sutiyah, mengatakan sebelum ditemukan tewas Yu sempat duduk di teras rumah Sutiyah sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 09.15, korban pulang karena ada orang yang akan membeli gas.

“Setelah melayani orang beli gas itu dia tidak ke sini lagi. Biasanya dia duduk di sini, terus kalau siap layani pembeli, dia ke rumah saya lagi. Tapi tadi dia tidak ke sini lagi,” katanya.

Ia kemudian baru mengetahui Yu tewas setelah ayahnya berteriak meminta tolong sekitar pukul 13.30 WIB. Mendengar teriakan itu, sejumlah tetangga langsung ke lokasi dan mengetahui korban sudah dalam keadaan tewas bersimbah darah.

Dijelaskannya, di rumah itu, Yu tinggal bersama dengan kedua orangtuanya, abang dan adiknya, serta seorang teman laki-lakinya. Namun saat kejadian, Yu hanya sendirian di dalam rumah itu.

“Setelah ketahuan itu baru datang polisi ke sini. Karena waktu pagi tadi, tidak ada orang di rumah. Cuma dia sendiri saja yang ada di rumah,” kata Sutiyah.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, saat ini polisi masih mendalami motif dugaan pembunuhan tersebut. Polisi juga masih memburu pelakunya.

Menurut Hengki, kondisi kamar korban acak-acakan. Namun dari pemeriksaan sementara, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

“Almarhumah meninggal dunia dalam kondisi luka. Saat ini kita sedang lakukan pendalaman memeriksa saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara. Korban kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Untuk sementara itu saja dulu,” ujarnya singkat, kemarin.

(egi)