
batampos.co.id – Polisi mengungkapkan, proses perekrutan calon Pekerja Seks Komersial (PSK) online di website milik Agus Supriadi juga dilakukan secara daring atau online. Laman website yang diberi nama ”Lowongan PSK Online” cukup menarik perhatian beberapa perempuan yang sedang mengalami permasalahan ekonomi atau ingin punya uang dengan jalan pintas.
Hal ini terungkap dari peme-riksaan yang dilakukan terhadap tujuh PSK yang dijual Agus. Kebanyakan, mereka beralasan menjadi PSK karena permasalahan ekonomi.
”Jadi, semuanya melalui online, rekrut dan jual juga,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha, Selasa (12/2/2019).
Dhani mengatakan, sejauh ini dari pemeriksaan yang dilakukan jajaranya, Agus bermain sendiri. Tidak ada yang membantunya untuk merekrut dan memasarkan PSK tersebut.
”Dia yang jemput PSK, lalu juga antar ke pelanggannya. Walaupun begitu, kami masih melakukan pendalaman terkait hal ini,” tuturnya.
Terkait adanya penemuan obat pil norelut norethisterone, Dhani mengatakan pil tersebut digunakan untuk menghambat haid dan juga mencegah kehamilan.
”Dari hasil pemeriksaan, tidak ada paksaan. PSK-nya yang meminum obat itu atas kemauan sendiri, untuk mencegah kehamilan,” ujarnya.
Dhani mengatakan, keba-nyakan perempuan yang masuk dalam lingkaran prostitusi akibat adanya permasalahan ekonomi dan gaya hidup. Ia berharap ke depannya, orangtua bisa lebih mengawasi anak-anaknya. Sehingga, tidak ada lagi perempuan yang tergiur untuk mendapatkan uang secara instan dengan cara menjual diri.
”Walaupun anaknya sudah dewasa, jangan tidak diawasi. Harus selalu diawasi. Kalau di luar kota juga selalu diawasi, agar kita dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.(ska)
