
batampos.co.id – Polisi berhasil menangkap Yuda Lesmana, 26, pelaku pembunuhan Fitri Suryati alias Yu Weiwei, 25, yang jenazahnya ditemukan di kamar rumahnya di Kompleks YKB Blok F Nomor 9, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Senin (11/2) siang. Yuda ditangkap Senin (11/2) sekitar pukul 23.30 WIB.
“Terduga pelaku kami amankan di kosnya kawasan Bengkong Permai,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Selasa (12/2/2019) siang.
Saat ditemui di Polresta Barelang, Yuda mengaku nekat menghabisi nyawa Yu karena sakit hati yang dipendamnya sejak lima tahun yang lalu. Saat itu, Yu dinilainya menjadi orang yang menyebabkan berakhirnya hubungan Yuda dengan mantan pacarnya yang tak lain merupakan teman Yu.
“Gara-gara dia (Yu, red), saya putus dengan pacar saya. Karena dia bilang sama mantan (pacar) saya bahwa saya hanya tamatan SMP dan tidak punya masa depan,” ujarnya.
Dijelaskan Yuda, ucapan Yu kepada mantan pacarnya itu disampaikan saat ia bersama dengan pacarnya dan Yu makan malam di Nagoya. Sejak saat itu, hubungan Yuda dengan pacarnya terus merenggang hingga akhirnya berakhir. Yuda menganggap Yu menjadi penyebab putusnya hubungannya dengan sang pacar.
“Sejak itu saya sakit hati sama dia. Saya berusaha cari dia selama ini untuk melampiaskan dendam saya. Tapi tidak pernah ketemu,” katanya.
Empat tahun berlalu sejak putus dengan pacarnya, Yuda memutuskan pulang kampung ke Sumatera Utara. Ia mencoba melupakan sang mantan dan mengobati sakit hatinya dengan menjalin kasih dengan wanita lain. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Yuda mengaku tetap teringat dengan mantannya dan masih menyimpan dendam terhadap Yu.
“Selama setahun saya di kampung. Setelah itu balik lagi ke Batam,” tuturnya.
Tak disangka, sekitar satu bulan lalu secara tak sengaja Yuda bertemu dengan Yu. Saat itu Yuda hendak membeli gas elpiji di pangkalan milik Yu.
Sejak saat itu, Yuda kembali teringat masa lalunya dengan sang mantan. Bersamaan dengan itu, rasa sakit hatinya terhadap Yu kembali membara. Yuda pun berencana membalaskan dendam yang ia simpan selama lima tahun itu.
Selama satu bulan, Yuda mengaku terus mengintai Yu untuk mencari waktu yang tepat untuk menjalankan aksi balas dendamnya. Dan kesempatan itu tiba pada Senin (11/2/2019) pagi.
Saat itu, Yu sedang sendirian di rumahnya.
“Waktu saya pastikan dia tinggal sendiri, saya pura-pura mau beli gas. Waktu keluar langsung saya cekik sampai pingsan dan bawa ke dalam rumah,” jelasnya.
Saat korban dalam keadaan pingsan, pelaku kemudian mengikat tangan Yu dan membawanya ke dalam kamar korban. Namun saat Yuda berniat meninggalkan kamar korban, tiba-tiba Yu tersadar dan mencoba lari keluar kamar.
Melihat korbannya sadarkan diri dan mencoba kabur, Yuda langsung kalap. Secepat kiat ia mengeluarkan pisau yang telah disiapkannya dan langsung menghunjamkannya ke beberapa bagian tubuh Yu, terutama di bagian leher.
“Saya tikam lehernya berkali-kali dengan pisau. Saya lupa berapa kali saya tikam. Setelah itu, saya ambil beberapa barang,” jelasnya.
Adapun beberapa barang yang dibawa Yuda itu di antaranya satu unit ponsel dan satu unit laptop milik korban. Barang elektronik itu rencananya akan dijual oleh Yuda. Selain itu, ia juga mengambil rekaman CCTv di rumah korban agar aksinya itu tidak terdeteksi.
“Baju yang saya pakai langsung saya bakar karena ada bekas darahnya. Pisau sama CCTv saya buang ke Seiladi,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Kepri, Kombes Djarot Wibowo, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah korban, diduga Yu dihabisi dengan cara brutal. Terdapat luka akibat kekerasan benda tumpul berupa luka memar dan luka lecet pada wajah, leher, dada, dan anggota gerak atas bawah.
“Selain itu, ada luka terbuka akibat benda tajam berupa luka terbuka pada pipi kiri 1 buah, tangan kiri 1 buah, pinggang 1 buah, kepala belakang 3 buah, leher bagian belakang 8 buah, leher depan sisi kiri 1 buah dan sisi kanan 1 buah,” kata Kombes Djarot, Selasa (12/2/2019).
Sedangkan hasil pemeriksaan dalam, petugas menemukan pembuluh darah kosong, limpa melisut, dan organ dalam pucat. Lalu juga ada luka akibat kekerasan benda tajam berupa putusnya pembuluh darah nadi leher depan sisi kiri, robeknya pembuluh darah nadi leher sisi kanan, terputusnya pembuluh darah nadi tulang leher sisi kanan.
“Jadi kesimpulannya, sebab kematian luka tusuk pada leher mengakibatkan robeknya dan terputusnya pembuluh darah nadi leher yang menye-babkan perdarahan hebat,” ungkap Djarot.
Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri Kombes Hernowo Yulianto mengatakan dendam kesumat pelaku selama lima tahun itu, terlihat dari bekas tusukan pisau ke tubuh korbannya. Dari hasil visum luar, berbagai bekas tusukan pisau ke badan korban mulai dari leher, bagian wajah, badan, dan beberapa titik vital lainnya.
“Pelaku merasa disakiti akibat perkataan korban. Ada penghinaan,” katanya, Selasa (12/2/2019).
Walaupun dilandasi rasa dendam, Hernowo menyebut pembunuhan tersebut dilakukan tanpa perencanaan. Karena selama lima tahun itu, Yuda tidak pernah berusaha mencari keberadaan korban. Namun, hanya secara kebetulan Yuda kembali bertemu dengan korban saat kembali ke Batam.
“Dari sinilah, dendam lama yang dipendam Yuda timbul kembali. Jadi, pelaku ini bukan sengaja mencari, kebetulan ketemu,” ungkap Hernowo.
Hernowo mengatakan belum mengetahui Yuda melakukan pembunuhan sendiri atau dibantu rekan-rekannya. Tapi, sejauh ini polisi menduga Yuda melakukan aksi kejinya itu sendirian.
Sementara itu, usai dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, jenazah Yu Weiwei disemayamkan di Rumah Duka Marga Tionghoa, Batu Batam. Isak tangis dari keluarga dan kerabat korban pecah saat melihat jenazah Yu terbaring kaku di Blok G.

Salah satu pelayat yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri Asmin Patros menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Yu Weiwei. Ia juga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang dengan cepat bisa menangkap pelaku pembunuhan ini.
“Orangtua masih syok, emosi, dan masih terpukul atas kejadian ini. Saya sebagai sesama warga Tionghoa menyampaikan terima kasih kepada polisi yang sudah mengungkap kasus ini,” ujar Asmin di rumah duka.
Ia mengatakan, jenazah Yu Weiwei itu rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Sambau, Nongsa, pada Rabu (13/2) hari ini. Sebelum dimakamkan, akan dilakukan ibadah pelepasan jenazah pukul 14.00 WIB.
Diberitakan sebelummnya, Fitri Suryati alias Yu Weiwei ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Kompleks YKB Blok F Nomor 9, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam, Senin (11/2) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat ditemukan, kedua tangan wanita keturunan Tionghoa itu dalam keadaan terikat.
Jasad Yu ditemukan dalam posisi telungkup di lantai kamarnya dan mengenakan baju tidur berwarna merah muda. Kematian Yu pertama kali diketahui Robert, tetangga korban yang saat itu hendak membeli gas elpiji kemasan 3 kilogram di pangkalan gas milik korban. Saat itu, Robert memanggil si pemilik rumah. Namun setelah beberapa kali memanggil, Yu tidak keluar rumah. Robert kemudian pulang dan meminta orantuanya menghubungi korban. Dari situ diketahui korban tewas dibunuh.(egi/ska))
