
batampos.co.id – Rumah milik Imran di perumahan Geysah Green Marina, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji dibobol maling, Senin (13/2/2019) siang. Pelaku dua orang menggunakan sepeda motor Satria FU.
Dua pelaku berhasil bawa kabur sejumlah barang dari dalam rumah korban diantaranya satu unit televisi LCD 29 inci, satu unit laptop seharga Rp 3 juta, perhiasan emas, VCD, uang tunai sekitar Rp 500 ribu dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Dua pelaku bobol saat penghuni rumah sedang tidak ada di rumah. Pelaku merusak teralis dan kaca jendela belakang rumah untuk bisa masuk dan keluar dari dalam rumah. Aksi kedua pelaku berjalan mulus sebab di perumahan yang masih dalam tahap pembangunan itu baru keluarga Imran yang tinggal.
Aksi pencurian itu baru diketahui saat kedua pelaku akan keluar membawa barang curian dari dalam komplek perumahan. Adalah Irma, penghuni ruli yang berada persis di samping gerbang masuk perumahan. Ibu dua anak itu curiga dengan barang bawaan dua pelaku saat mereka akan meninggalkan komplek perumahan.
“Saya curiga karena portalnya masih tertutup, tapi kok dua orang itu mau keluar barang-barang banyak. Saya coba tanya mereka malah balik arah mau jatuh (dari sepeda motor). Ketakutan gitu,” ujar Irma.
Melihat itu Irma lantas tariak maling. Tariakan Irma tak membuahkan hasil sebab lingkungan sekitar sedang sepih. Dua pelaku yang kalang kabut akhirnya balik kembali ke arah perumahan kemudian menghilang ke arah belakang perumahan.
“Saya tak bisa kejar sendiri jadi saya lari ke perumahan Marina View minta bantuan orang-orang. Tapi saat kami ke sana (lokasi pencurian), ternyata sudah tak ada lagi (pelaku),” ujar Irma.
Warga merasa heran sebab tidak ada jalan keluar lain selain gerbang dekat rumah kediaman Irma tadi. Usut punya usut warga akhirnya melihat bekas roda sepeda motor yang dipaksa turun menyebrangi sungai di belakang perumahan. Sungai itu cukup lebar dan dalam serta dialiri air. Sungai itu merupakan lokasi perbatasan antara perumahan Geysah dan Marina Green. Dua pelaku diduga nekad memikul sepeda motor mereka untuk menyebarangi sungai.
“Itulah yang membuat kami heran-heran. Kok bisa mereka pikul semua (motor dan barang curian) keluar ke seberang sungai,” ujar Irma.
Hidayat adik ipar Imran saat dijumpai di rumah kejadian mengaku kejadian itu membuat mereka sekeluarga trauma. Pasalnya lokasi perumahan yang masih sepih penghuni dan tidak dilengkapi dengan petugas keamanan membuat mereka tak nyaman. Mereka berharap agar pihak pengembang memikirkan persoalan ini sehingga aman kedepannya.
“Banyak yang hilang Pak. Teralis jendela belakang digergaji. Tak ada sekuriti makanya tak aman,” ujar Hidayat. (eja)
