
batampos.co.id – Rencana pembangunan drainase di Kampung Sukadamai, Kecamatan Seibeduk oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam sepanjang 1 kilometer (km) tak berjalan mulus. Pasalnya, di lokasi tersebut masih ada permukiman warga Kampung Sukadamai.
Pantauan Batam Pos, Selasa (12/2/2019), terdapat jembatan penghubung antara Kaveling Pancur dengan Kampung Sukadamai. Fauzan, 33, warga Kampung Sukadamai menga-takan persoalan rencana proyek drainase dari tahun lalu memang tak kunjung selesai.
”Karena belum ada solusi yang tepat bagi warga,” katanya.
Sementara itu, Camat Seibeduk Gufron mengatakan drai-nase tersebut memang akan dilebarkan oleh DBM-SDA tahun ini. Namunm, pengerjaannya bertahap. Mengingat, di lokasi tersebut masih terdapat permukiman warga. Pihak kecamatan mengklaim sudah berupaya melakukan penertiban di lingkungan tersebut sejak setahun terakhir.
”Kondisinya saat ini, warga masih tetap memilih untuk bertahan, belum ada titik temu soal penertiban ini,” katanya, Selasa (12/2/2019).
Ia melanjutkan, dari 2018 lalu sudah melayangkan surat peringatan (SP) kedua. Namun, reaksi warga untuk saat ini masih bertahan dan membutuhkan titik temu. Menurutnya, selama saluran drainase di Kampung Sukadamai belum maksimal, secara otomatis akan terhambat ke saluran lainnya seperti yang menuju ke Kelurahan Mukakuning, Mangsang, dan Tanjungpiayu.
”Karena saluran drainase tersebut adalah tumpuan akhir di Kecamatan Seibeduk,” ujarnya.(cr1)
