Jumat, 24 April 2026

Perekaman Biometrik Haji & Umrah Cukup di Batam

Berita Terkait

Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Pelalawan embarkasi sedang melaksanakan pelayanan pendaftaran Biometrik saat tiba di Asrama Haji Batam, sabtu (4/8/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Perekaman biometrik untuk pengajuan visa bagi jemaah haji dan umrah melalui lembaga Visa Facilitation Services atau VFS TasHeel kini bisa dilakukan di Batam.
VFS TasHeel adalah lembaga yang ditunjuk Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan rekam biometrik untuk syarat pengajuan visa bagi orang yang akan berkunjung ke Arab Saudi.

Terhitung sejak 6 Februari lalu, VFS TasHeel sudah membuka kantor perwakilan untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri) di Jalan Sriwijaya, Lubukbaja, Batam.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batam Erizal Abdullah mengatakan, perekaman tersebut merupakan kebijakan langsung dari Pemerintah Arab Saudi, agar mempermudah proses keimigrasian para calon jemaah yang biasanya memakan waktu hingga lima jam.

“Dengan rekam biometrik ini, waktu pengurusan keimigrasian akan lebih cepat dengan syarat harus mengikuti prosedur yang ada,” kata Erizal, Senin (11/2/2019).

Ia juga mengatakan, calon jemaah haji dan umrah tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan perekaman biometrik ke Pekanbaru, Padang, atau Jakarta yang sebelumnya jadi lokasi rujukan rekam biometrik warga Batam dan sekitarnya.

“Jadi tidak perlu khawatir lagi, yang penting dan perlu diperhatikan bahwa calon jemaah sudah terdaftar untuk berangkat umroh pada waktu yang sudah ditentukan agen travel resmi,” sebutnya.

Erizal menegaskan, agen travel haji plus dan umrah juga harus resmi dan memiliki izin dari Kementerian Agama (Kemenag) sebelum mendaftarkan visa calon jemaahnya. Adapun, tahapan pendaftaran rekam biometrik dilakukan secara online dan disebutkan data calon jemaah seperti nomor paspor, alamat dan kemudian akan diberikan jadwal dan jam perekaman biometrik calon jemaah.

“Pada hari dan jam yang sudah ditentukan tersebut kita datang dan antre sesuai daftar tunggu kita, dan biasanya datang lebih cepat dari jam yang sudah ditetapkan,” katanya.
Selanjutnya, pada saat antre pastikan bukti pendaftaran yang diberikan pihak travel harus dibawa dan di cetak sebagai bentuk bukti bahwa calon jemaah akan melakukan perekaman biomentrik.

“Saat dipanggil, bukti pendaftaran diperlihatkan kepada petugas, bahwa kita sudah terdaftar untuk melakukan perekaman hari itu,” terangnya.

Ia mengatakan, proses perekamannya hanya sebentar, sekitar 10 menit. Dengan membawa bukti berupa paspor untuk dicocokan data diri calon jemaah, jika semua datanya cocok maka saat itu juga akan selesai.

“Terakhir, calon jemaah dikenakan biaya sekitar Rp 114 ribu per orang,” ucapnya.(cr2)

Update