Kamis, 16 April 2026

Pertamina Pasok 450 Kl per Hari, Tapi Sering Langka

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Warga Batuaji dan Sagulung mengaku masih kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Pantauan Batam Pos di SPBU Tembesi, Selasa (12/2/2019), warga yang ingin mengisi premium harus gigit jari. Sebab, BBM penugasan tersebut kosong.

Beda halnya di SPBU Seitemiang, terlihat antrean panjang kendaraan yang akan mengisi premium, baik roda dua maupun empat.

“Sudah mutar-mutar baru dapat bensin (premium) di sini. Itu pun harus antre,” ujar Karyo, warga Sagulung di SPBU Tembesi, Selasa (12/2).

Hal senada dikeluhkan Adrian, warga Batuaji. Ia mengaku kesulitan mendapatkan premium. Bahkan ia menilai, kehadiran BBM jenis lain seperti pertalite merupakan upaya agar masyarakat beralih meninggalkan premium.

“Sepertinya masyarakat dipaksa beralih memakai bahan bakar nonsubsidi (penugasan, red), kasihan warga tak mampu mereka butuh aktivitas dengan biaya rendah untuk kehidupan sehari-hari,” ujar pengemudi ojek online itu.

Terpisah, Sales Eksekutif BBM Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) Arwin Nugraha menuturkan, penyalurkan BBM penugasan maupun subsidi di Kota Batam sesuai dengan regulasi dan kebutuhan di masyarakat. Penyaluran BBM premium misalnya, didasarkan atas realiasi kebutuhan di tahun sebelumnya.

“Premium sebenarnya tak ada kuota. Jadi, akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Diakui Arwin, setiap harinya Batam mendapatkan pasokan premium sebesar 450 kiloliter (kl). Bila dibandingkan 2018 lalu, kuota penyaluran premium di Batam masih di angka yang sama tanpa peningkatan.

“Kuota premium setahu saya belum ada pengurangan ataupun penambahan kuota. Konsumsi tahun lalu rata-rata 450 kl per hari,” ucapnya.

Selain premium, Pertamina juga menyalurkan 150 kl bio solar per hari. Sedangkan untuk pertalite 250 kl per hari, pertamax 50 kl, dan dexlite 10 kl. Angka ini sama dengan realisasi 2018.

Disinggung harga pertamax series setelah adanya penurunan harga beberapa hari lalu, Arwin menjelaskan, untuk pertalite dijual dengan harga Rp 8.000 per liter, pertamax Rp 10.250 dan pertamax turbo Rp 11.600 per liter.

Sedangkan untuk jenis lainnya seperti dexlite, seharga Rp 10.600 per liter dan dex Rp 12.200 per liter. “Kita tak ada kuota. Yang ada hanya kuota bio solar. Untuk premium, penyaluran memang sesuai kebutuhan,” jelasnya. (rng)

Update