Jumat, 17 April 2026

Kenji Benedict Kohlee, Peraih Emas yang Gigih Berlatih

Berita Terkait

batampos.co.id – Berlatih taekwondo, bagi Kenji Benedict Kohlee, Siswa Avava School bukan hanya sekadar olahraga. Namun, agar tetap bugar juga untuk menjaga diri. Karena itu, dia gigih berlatih.

“Sejak kelas 1 SD saya sudah ikut latihan taekwondo,” ungkapnya ketika ditemui di Dojang Kharisma Bangsa Batam di Kepri Mall tempat dia berlatih, Kamis (14/2/2019).

Kegemaran pemegang sabuk biru strip (geup 4) ini terhadap olahraga bela diri taekwondo, juga mendapat dukungan kedua orangtuanya. Itu pula yang memicunya untuk memberikan yang terbaik terhadap olahraga yang digemarinya.

Alhasil, putra kelahiran Batam 19 Januari 2009 ini berhasil meraih juara fighting di Kejuaraan 6th Daedo Taekwondo Open Championships 2018 di Singapura dan berhasil menggondol medali emas pada perhelatan akbar itu.

Kenji mengaku sebelum bertanding di kejuaraan itu, dirinya terlebih dahulu harus melewati seleksi yang dilakukan di dojang tempat ia berlatih. Hasil kerja kerasnya berlatih membawanya menjadi juara dengan nilai poin yang lebih unggul.

Meraih medali emas di Kejuaraan 6th Daedo Taekwondo Open Championships 2018 itu diakuinya tidak mudah. Sebab, dia harus berhadapan dengan atlet-atlet dari luar yang juga tangguh.

“Mereka semua mempunyai teknik bertarung yang sangat bagus,” ujar anak dari pasangan Ali Henri dan Liesan itu.

Dikatakan sang ibu, medali yang berhasil diraih anaknya tidak terlepas dari dukungan pelatihnya Sabeum Soewito Trikusuman, tempat putranya belajar bela diri taekwondo.

“Sebagai orangtua kita selalu mendukung mereka, semangati terus tapi tidak memaksa. Apa lagi kita semakin senang karena anak kita ini dalam taekwondo merupakan keinginan mereka. Setelah ini tentu kita harapkan anak-anak mampu meraih prestasi lebih baik lagi,” ujar Liesan.

“Kebanggaan luar biasa sebagai orang tua, karena Kenji mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan juga disukainya. Apalagi dalam hal akademik Kenji pun unggul. Berkat dukungan dari keluarga, sekolah, dan tempat dia berlatih taekwondo,” ungkapnya.

Disinggung terkait dojang tempat putranya menimba ilmu beladiri taekwondo, Liesan melihat bahwa dojang Kharisma Bangsa Batam sebuah wadah yang disiplin yang menanamkan nilai-nilai tanggungjawab dan kejujuran. Menumbuhkan jiwa kebersamaan serta kesetiakawanan. Atlet-atlet yang berlatih di dojang tersebut pun dinilainya bisa menjadi generasi yang tanggguh.

Sementara itu Sabeum Soewito Trikusuman mengatakan, bahwa Dojang Kharisma Bangsa Batam tempatnya melatih selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab kepada anak didiknya agar kelak anak didiknya selain tangguh di arena juga sopan dan santun di dalam pergaulan sehari-hari agar dapat menjadi contoh di mana pun mereka berada.

“Dari atlet yang kami bina di sini kami tidak berharap muluk-muluk. Yang penting bagi kami bahwa mereka yang kami latih di sini bisa menjadi pribadi yang baik, rajin, disiplin, bertanggungjawab dan tangguh. Adapun kalau mereka meraih juara pada pertandingan-pertandingan yang mereka ikuti itu merupakan bonus dari ketekunan dan kedisiplinan mereka dalam berlatih,” ujar pemegang sabuk hitam Dan IV Internasional Kukkiwon itu. (iwa)

Update