Sabtu, 18 April 2026

Lapor Pak Kepala, Proyek IPAL BP Batam Lambat Penyelesaian

Berita Terkait

Jalan rusak terlihat di sebagian jalan Fisabililah Batamcenter, Selasa (12/2/2019).Jalan rusak tersebut bekas pemasang pipa yang belum dilakukan pengaspalan baru dicor. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan proyek pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan kontraktor yang ditunjuk Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Pengerjaan proyek dinilai asal karena setelah merusak infrastruktur seperti jalan, tidak dibereskan seperti semula. Bahkan, bekas galian yang dicor dengan semen malah tidak rata dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Seperti yang terjadi di Jalan Raja Haji Fisabillah atau di simpang empat dekat Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam di Batam Center, Rabu (13/2/2019).

Beberapa alur bekas galian terlihat tidak rata meski sudah dicor semen. Begitu juga dengan galian di jalan yang melintang, terlihat coran semen lebih dalam posisinya dibanding lapisan aspal di sekitarnya. Mirisnya lagi, penger-jaan untuk mengecor bekas galian dilakukan pada jam sibuk.

Astrid, pengendara kendaraan roda dua mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, kenyamanan berlalu lintas jadi terhalang karena adanya bekas galian tersebut.

“Kemarin ditutupi tanah, sekarang sudah disemen. Cuma semennya tak rata dan sangat mengganggu, terutama pemotor,” ujarnya.

Diceritakannya, sejak pe-ngerjaan proyek tersebut, ia sudah melihat beberapa kali kecelakaan. Umumnya, kecelakaan dialami pengendara roda dua.

“Ada empat kali kejadian, jatuh karena lubang itu. Pengerjaan terlihat asal, dibongkar namun tak diperbaiki lagi seperti semula,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dikeluhkan warga di Lubukbaja. Proyek pemasangan IPAL dinilai merusak jalan.

“Yang digali kemarin saja ditutupnya asal-asalan, ini mau dibongkar lagi jalan arah lain,” kata Anton, warga setempat.

Menurut dia, karena geram dengan pengerjaan proyek yang dinilai asal, sebagian warga melarang pemotongan jalan untuk pemasangan IPAL. Mereka meminta agar bekas jalan yang sudah dirusak, kembali diperbaiki seperti semula.

“Tolong diperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, apalagi itu dekat jalan yang mau masuk ke pemukiman warga,” terang Anton.

Kasubdit Humas BP Batam Mohamad Taofan belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Namun, beberapa waktu lalu, pihak BP Batam menyatakan telah menurunkan tim Satuan Petugas (Satgas) untuk mengawasi proyek penanaman pipa IPAL. Hal ini terjadi menyusul banyaknya keluhan warga terkait proyek tersebut yang dianggap mengganggu kenyamanan. Satgas ini akan mengawasi 23 titik pemasangan pipa IPAL di Batam. (she)

Update