
foto: batampos.co.id / dalil harahap
batampos.co.id – Pengawasan dan penertiban angkot di Batam belum berjalan maksimal. Masih banyak angkot yang tak laik operasi bebas berkeliaran di Batuaji dan Sagulung. Masyarakat semakin resah sebab angkot yang tak terawasi ini kerap berulah dan mengancam keselamatan penumpang atau pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lapangan, angkot yang beroperasi di Batuaji dan Sagulung banyak yang bermasalah. Aksesoris pendukung kendaraan banyak yang bercopotan atau tidak berfungsi, seperti lampu rem atau lampu sign yang tak berfungsi, mengularkan asap yang berlebihan hingga bolongnya sebagian bodi angkot.
Selain itu, kaca angkot juga umumnya terlampau gelap sehingga tidak tembus pandang dari luar. Ini menyalahi aturan sebab angkot harus berkaca bening yang bisa dilihat dari luar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap penumpang.
Meskipun banyak menyalahi aturan dan tak laik pakai, namun angkot-angkot ini merajai jalanan. Aksi kebut-kebutan hingga ngetem di tengah jalan menjadi hal yang biasa bagi para sopirnya. Ini yang paling dikeluhkan masyarakat sebab kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas dan kemacetan.
“Banyak tak tak beres angkot di sini. Bemper bercopotan, lampu rem tak ada sampai pintu mobil yang diikat pakai karetpun ada. Sudah kayak gerobak jadinya tapi enteng saja sopirnya. Nambang terus walau tak pernah uji KIR,” ujar Nikson, pengguna angkot di Batuaji, Kamis (14/2/2019).
Bebas beroperasinya angkot yang tak laik operasi ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat umum lainnya. Masyarakat menilai kinerja kerja dari Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang belum maksimal. Bahkan sebagian masyarakat menilai ada unsur pemeliharaan sehingga angkot-angkot bermasalah itu tetap beroperasi.
“Kalau pemotor yang tak pakai helm atau spion cepat ditilang tapi kalau bimbar yang asapnya kayak mesin asap nyamuk itu tak pernah disentuh. Sudah banyak korban loh. Tunggu sampai kapan lagi baru ditertibkan,” ujar Daus, warga lain. (eja)
