Sabtu, 18 April 2026

1.149 Taksi di Batam Telah Habis Usia Operasi

Berita Terkait

foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Selain angkutan kota (angkot), taksi di Batam juga banyak yang melebihi batas usia operasional. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, sedikitnya ada 1.149 unit taksi yang habis usia operasi.

“Dari data kami saat ini ada 2.547 taksi. Hampir dari setengah itu, atau 1.149 taksi habis usia operasi. Sisanya yang masih layak operasi 1.398 unit,” kata Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya, batas usia layak operasi kendaraan umum baik taksi dan angkutan umum ini ditetapkan lewat Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 15 Tahun 2008. Diakui Syafrul, usia masa operasi kendaraan umum dibatasi 18 tahun untuk angkutan umum trayek utama seperti Bimbar dan Jono. Sementara itu untuk trayek cabang seperti angkutan carry dan taksi, dibatasi maksimal 15 tahun.

Dalam perwako ini diatur peremajaan angkutan umum wajib dilakukan bila kondisi tidak memenuhi persyaratan. Kendaraan yang sudah melewati batas usia tidak diwajibkan lagi melakukan uji Kir karena sudah tidak layak operasi.

“Kita gak tau sekarang ini apakah mobil itu masih ada atau sudah rusak. Yang jelas tak laik operasi tidak wajib kir” tegas Syafrul.

Ia menambahkan, di Batam sendiri ada 19 badan usaha taksi. Selanjutnya taksi ini merupakan mobil keluaran dari berbagai tahun, mulai dari 1990-an sampai 2015. Dari sebagian besar yang layak beroperasi ini diketahui juga tak semua yang melakukan ujir Kir. Shafrul mengakui hanya 80 persen saja yang uji Kir.

“Kalau masih layak operasi wajib kir. Tetapi yang sudah habis tak lagi, dan harus dihitamkan atau regenerasi dengan mobil baru. Namun dari yang layak operasi ini, 20 persen diantaranya tidak melakukan uji Kir,” tutur Syafrul.

Terkait yang habis usia operasi ini, ia mengaku sudah memanggil badan usaha angkutan, untuk dilakukan peremajaan dan penghitaman.

“Semisal Blue Bird, itu sekali lima tahun mereka rutin peremajaan. Tapi tak semua badan usaha. Ada juga yang sudah rusak atau tidak beroperasi namun masih terdata,” ungkapnya. (rng)

Update