Kamis, 23 April 2026

Optimis Investasi Terus Tumbuh

Berita Terkait

batampos.co.id – Kalangan pengusaha kawasan industri menganggap 2019 merupakan momen yang bagus bagi dunia usaha. Pasalnya, investasi mulai berdatangan akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta membaiknya harga minyak dunia.

Di samping itu, kepolisian ju­ga berkomitmen untuk menja­ga keamanan dunia usaha se­hing­ga membuat investor se­ma­­kin yakin menanamkan mo­dalnya di Batam.

“Tahun ini akan lebih baik,” kata Direktur Kabil Citra Nusa, Peter Vincent di Hotel Best Western Premiere (BWP), Kamis (14/2/2019).

Peter menyebut, bulan depan PT Enerco RPO akan beroperasi di Kabil. Setelah itu, ada satu anak perusahaan Djarum yakni PT AEN juga akan mulai pembangunan di Kawasan Industri Kabil.
PT Enerco RPO International saat ini tengah membangun kilang yang mengolah treated distillate aromatic extract (TDAE).

TDAE merupakan produk turunan hasil pengolahan minyak mentah dan digunakan sebagai bahan baku utama industri ban dan karet sintetis. Peter mengatakan, nilai investasi PT Enerco RPO International sebesar 90 juta dolar Amerika atau setara Rp 1,3 triliun.

Sedangkan PT AEN juga bergerak di bidang penyulingan CPO.

“Mereka sudah beli lahannya dan akan mulai konstruksi bangunan. Nilai investasinya belum bisa disebut karena masih rahasia,” katanya.

Selain Enerco dan AEN, sejumlah perusahaan lain seperti PT Agri Energi Nusantara, PT Petro Papua Energi, PT Torrefaction Bioenergy Indonesia, dan PT PTEC Research and Development juga sudah membangun pabrik di Kabil dan akan segera beroperasi.

“Kita sih melihatnya di industri migas sudah mulai dapat job dari Australia. Dari lokal juga ada. Industri penunjang migas juga tengah bagus sehingga saya yakin pertumbuhan perekrutan tenaga kerja juga akan bagus, seperti dari SMOE, Bredero Shaw dan lain-lain. Setelah tiga atau empat tahun tertidur, sekarang kami jadi optimis lagi,” ucap dia.

Setelah itu, ia juga menyarankan agar pemerintah daerah membenahi infrastruktur seperti jalan dan menambah transportasi umum.

“Jalan ini masih harus dibicarakan karena masih jadi kendala utama. Kami sudah sampaikan agar jangan membuat Kabil jadi terpencil. Sudah jalannya kecil, transportasi umum juga tak ada,” jelasnya.

Selain itu, dukungan aparat kepolisian dalam menjaga kawasan industri sebagai objek vital nasional (Obvitnas) sangat penting dalam mendukung iklim investasi agar semakin kondusif.

“Dampaknya bagus, karena sejak jadi obvitnas buruh tak boleh demo lagi di sana. Ini nilai jual untuk menggaet investor. Tapi kami juga tak akan melupakan kewajiban untuk menjaga kesejahteraan pegawai tentunya,” paparnya.

Teken MoU

Sementara Polda Kepri menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 19 lembaga pemerintah dan non-pemerintah, Kamis (14/2), di Hotel Best Western Premier Panbil. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan kemanan dan kepastian hukum dalam berusaha di wilayah Kepri.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau OK Simatupang mengatakan koordinasi dengan aparat hukum, diperlukan untuk mewujudkan kondusivitas dalam berusaha.

“Kami memerlukan koordinasi, guna mewujudkan pengamanan di kawasan industri,” katanya saat memberikan sambutan.

Adanya MoU ini, kata OK, diharapkan dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu perkembangan ekonomi.

“Kami harap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Operasional Polda Kepri Kombes Yerry Oskag mengatakan, kerja sama ini untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkesinambungan.

“Kami menggandeng seluruh stakeholder, untuk mendukung pembangunan bangsa,” tuturnya.

Kerja sama dengan berbagai lembaga itu, kata Yerry, tidak hanya meliputi pengamanan. Tapi juga dalam bidang pendidikan dan rekrutmen.

“Di semua lini kami usahakan masuk,” ucapnya.(ska/leo)

Update