Sabtu, 18 April 2026

Penjual Online Khawatir Jasa Pengiriman Tutup Semua

Berita Terkait

batampos.co.id – Kebijakan penerapan aturan baru terkait pengiriman barang dari Batam ke luar menimbulkan keresahan dari penjual online. Tidak saja itu berdasarkan informasi salah satu jasa pengiriman bahkan menghentikan pengiriman barang untuk sementara waktu.

Pelaku usaha online Risa Shairani, 32, mengakatan kesulitan untuk bertransaksi karena terkendala masa pengiriman barang kepada konsumen. “Kalau dibilang saat ini fase paling susah dan tidak menguntungkan. Pembeli berkurang karena aturan,” ujarnya.

Selain itu, saat ini yang ramai informasi pemberhentian pengiriman barang dari JNT dalam jangka waktu 17-24 Februari.

“Ini juga menjadi pembahasan sesama penjual online. Inikan bukti kalau usaha daring di Batam makin mundur bukannya maju. Hari ini (Kemarin, red) saya tanya JNT mereka masih bisa ngirim tapi estimasi sampai di tempat tujuan satu bulan. Apa tak malas orang mau mesan lagi barang dari Batam,” keluhnya.

Ia bersama penjual lainnya tidak yakin bisa bertahan dengan bisnis online jika aturan terus dipersulit. “Itu baru JNT. Nanti kalau disusul ekpedisi pengiriman lain, habislah sudah,” ungkap perempuan yang sudah menggeluti usaha daring selama lima tahun ini.

Hingga saat ini belum ada solusi dan kejelasan nasib pelaku usah online di Batam. Sebelumnya usaha ini cukup mudah digeluti khususnya ibu- ibu untuk menopang perekonomian keluarga. “Dulu kesulitan kami memenuhi permintaan, sekarang malah permintaanya yang turun drastis. Peninglah,” beber Risa.

Ia berharap ke depan ada aturan yang bisa memajukan usaha daring di Batam. “Benar-benar sulit. Kalau dulu mengatri mau mengirim barang, sekarang malah sepi sekali jasa pengiriman. Bahkan barang yang sudah dikirim belum semua tiba di pembelinya,” ungkap ibu satu anak ini.

Sementara itu pantauan Batam Pos di salah satu gerai JNT di Tiban Jumat (15/2), terlihat petugas masih melayani pengiriman barang. Di depan kantor juga terpajang pengumuman penghentian pengiriman barang dari Batam ke luar terhitung tanggal 17-24 Februari mendatang.

“Besok terakhir kalau masih mau ngirim barang. Setelah tanggal 24 masih tetap dilayani tapi estimasi sampai satu bulan,” kata salah seorang petugas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Batam, Suleman Nababan mengatakan usaha daring di Batam cukup berkembang pesat bila dibandingkan beberapa tahun lalu.

Usaha yang mengandalkan media sosial atau aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki banyak modal.

“Ya, mereka hanya bermodal smartphone saja dan pesanan datang. Satu lagi mereka tidak membutuhkan modal, sebab barang dipesan dulu, nanti mereka baru beli barangnya dan tak perlu sewa tempat atau toko,” jelasnya.

Mengenai kebijakan yang akhir-akhir ini sering menyulitkan pelaku usaha daring, Suleman mengungkapkan itu menjadi kewenangan dari instansi terkait. “Itu lebih ke Bea dan Cukai. Itu sudah kebijakan mereka. Tapi kami berharap bisa kemudahan bagi pelaku usaha daring,” ucapnya.

Ia menyebutkan selama ini, Kementerian Koperasi dan KUKM sangat mendorong majunya usaha daring. Hal ini terbukti dengan didatangkannya perwakilan dari penyedia jasa penjualan online seperti Shopee dan belanja.com.

“Tentu kami minta ada kemudahan. Karena usaha daring ini sangat membantu perekonomian di Batam,” tutupnya. (yulitavia)

Update