batampos.co.id – Muhammadiyah telah menuntaskan sidang tanwir ke-51 di Bengkulu, Minggu (17/2). Sidang tertinggi setelah muktamar itu menghasilkan sembilan rekomendasi kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Selain itu, ormas tersebut mengeluarkan delapan risalah pencerahan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, dengan sembilan rekomendasi dan delapan risalah pencerahan itu, pihaknya ingin memancarkan pencerahan untuk kemanusiaan yang universal. ”Kami yakin semua kader anggota persyarikatan akan menjadi pelaku-pelaku pencerahan,” katanya saat penutupan sidang tanwir di Universitas Muhammadiyah di Bengkulu, kemarin.

Loading...

Sembilan rekomendasi adalah, pertama, menjadikan agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia sebagai fondasi nilai dan sumber inspirasi yang mendasar dalam mewujudkan kebijakan-kebijakan strategis negara serta arah moral-spiritual bangsa.

Kedua, menegakkan kedaulatan negara di bidang politik, ekonomi, dan budaya, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam melalui kebijakan-kebijakan strategis yang pro rakyat dan mengutamakan hajat hidup bangsa.

”Harus benar-benar menjaga kedaulatan negara dari penetrasi asing dalam segala bentuknya, mengutamakan sumber daya dalam negeri, dan menegakkan kedaulatan pangan. Memutus mata rantai ketergantungan impor yang merugikan kehidupan rakyat dan masa depan bangsa,” jelas Haedar.

Ketiga, mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi secara progresif dengan kebijakan-kebijakan yang berani, khususnya dalam menghadapi sekelompok kecil yang menguasai ekonomi dan kekayaan Indonesia agar tidak merugikan hajat hidup mayoritas rakyat. Keempat, melakukan rekonstruksi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia berbasis pada karakter bangsa.

Kelima, menjalankan pemerintahan dengan prinsip negara hukum sebagaimana amanat konstitusi serta menegakkan hukum secara adil dan tanpa diskriminasi.

”Hukum jangan dijadikan alat kekuasaan dan politik tertentu yang merugikan kepentingan umum,” terang tokoh kelahiran Bandung itu.

Rekomendasi keenam, melakukan kebijakan reformasi birokrasi yang progresif dan sistemik dengan prinsip good governance. Ketujuh, melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dan berdaulat dalam melindungi kepentingan dalam negeri serta menjadikan Indonesia selaku negara dengan penduduk muslim terbesar sebagai kekuatan strategis dalam percaturan global. Kedelapan, penataan kembali pelaksanaan kebijakan kesehatan, dan rekomendasi kesembilan adalah penguatan organisasi kemasyarakatan dan civil society.

Selain sembilan rekomendasi, sidang tanwir mengeluarkan delapan risalah pencerahan. Di antaranya, beragama yang mencerahkan berwatak tengahan (wasathiyah), menghadirkan risalah agama untuk memberikan jawaban atas persoalan kemanusiaan, mencerahkan dengan khazanah iqra, mengaktualisasikan jihad sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kehidupan yang maju, adil, dan makmur, serta beragama yang mencerahkan untuk membangun manusia Indonesia yang religius, berkarakter kuat, dan berkemajuan untuk menghadapi berbagai persaingan peradaban yang tinggi.

Sidang tanwir resmi ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurut dia, Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perbaikan bangsa. Tidak hanya mengurus ibadah, tapi juga mengurus muamalah. Politikus yang juga pengusaha itu menyatakan, yang diputuskan dalam tanwir merupakan upaya untuk mencerahkan. Muhammadiyah sudah menjalankan ibadahnya dengan mencerahkan bangsa, misalnya, mengurus sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit.

”Terima kasih Muhammadiyah, terus berdakwah untuk masyarakat,” terangnya. (lum/c10/agm)

Loading...