batampos.co.id – Dikelilingi lautan dan memiliki bibir pantai yang cukup panjang, pantai di Pulau Batam Provinsi Riau menjadi pilihan praktis masyarakat Batam untuk berwisata di akhir pekan. Namun, indahnya pantai Batam sedikit tercemar dengan banyaknya sampah.

Musim angin yang menerpa Batam beberapa bulan belakangan ini menghanyutkan banyak sampah organik dan anorganik dari lautan. Merespons masalah tersebut, Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau (ACT Kepri) hadirkan program Humanity Beach Clean yang untuk pertama kalinya di tahun 2019.

Ahad (17/2), Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengunjungi Kampung Teluk Mata Ikan. Memulai aktivitas pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai dengan bersilaturahmi ke pesantren Al-Fateh yang terletak di kawasan Teluk Mata Ikan. Di lokasi tersebut, relawan ACT Kepri menyalurkan bantuan berupa perlengkapan untuk membersihkan lingkungan pesantren.

Kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan pantai di kawasan Kampung Teluk Mata Ikan, bersama warga, relawan ACT Kepri juga membersihkan bibir pantai yang dipenuhi sampah yang hanyut dibawa arus air laut ke daratan.

“Untuk daerah ini kita sering menerima kiriman sampah hampir setiap tahun, bisa kita liat sendiri bermacam sampah ada disini mulai dari sampah bungkus makanan, bahkan yang cukup besar ada seperti sisa spanduk,” ungkap Rijal selaku Ketua RT 003 Kampung Teluk Mata Ikan.

Kegiatan sosial yang dilakukan oleh ACT Kepri dan MRI tidak hanya mendapatkan respons positif dari warga sekitar, tetapi juga datang dari Nora, pengajar asal Singapura yang sedang mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak di sana.

“Saya setiap dua pekan sekali mengajarkan anak-anak di sini agar bisa berbahasa Inggris,karena pekerjaan saya juga seorang guru taman kanak-kanak,” ucap Nora.

Intan dari Tim Program ACT Kepri menuturkan, program Program Humanity Beach Clean sendiri akan dilakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan pantai.

“Program ini akan dibuat secara rutin dan Kampung Teluk Mata Ikan menjadi pilot project kita. Kita juga mau mengajak masyarakat untuk peduli pentingnya kebersihan laut dan pantai,” pungkasnya.

Awal selaku Lurah Sambau mengapresiasi kegiatan ini “Pada prinsipnya kami dari pemerintah kel sambau sangat mendukung, harapannya semoga dengan adanya kegiatan HBC dapat memberikan kesadaran kepada warga agar tdk membuang sampah ke laut, dan dapat mengajak warga untuk menjaga laut tetap biru dan lestari” tambahnya.
. (*)