Bbatampos.co.id – Aparat keama-nan di laut berhasil memutus mata rantai suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kapal asing yang mencuri ikan (illegal fishing) di wilayah Kepri. Itu setelah Komando Armada (Koarmada) I menangkap kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (17/2) lalu sekitar pukul 05.00 WIB.
Kapal asing tersebut merupakan kapal penyuplai bahan bakar bagi kapal-kapal lain asal Vietnam yang mencuri ikan di wilayah Indonesia.
“Ini memutus logistik mereka, jadi mereka tidak bisa berlama-lama di perairan Indonesia dan segera pulang. Pasti teman-temannya sekarang kehabisan bahan bakar,” ujar Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama (Laksma) TNI Irvansyah, Selasa (19/2).
Dijelaskan Irvansyah, penangkapan ini bermula ketika KRI Bung Tomo-357 di bawah kendali Operasi Guspurla Koarmada I sedang melaksanakan patroli di Perairan Laut Natuna Utara. Mereka mendapat kontak radar pada baringan 005 jarak 2 Neutical Miles (NM).
Degan menggunakan teropong, petugas mengetahui bahwa kontak tersebut berasal dari KIA.
“Kalau di sebelah barat, mereka sudah berdekatan perbatasan Malaysia sejauh 5 mil dan kalau dari perbatasan Vietnam, mereka sudah masuk ke dalam perairan Indonesia sejauh 14 NM dari perbatasan Indonesia-Vietnam,” jelasnya.

Saat sudah mendekati KIA tersebut, KRI Bung Tomo-357 menurunkan boat karet mendekati KIA itu untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap KIA tersebut. Namun, setelah mengetahui keberadaan petugas yang sudah dekat, KIA tersebut mematikan seluruh lampu kapal dan melakukan manuver penghindaran.
“Kemudian dilakukan pengejaran. Karena kapal ini modusnya selalu seperti itu, dengan berbelok-belok hingga keluar dari perbatasan. Namun, akhirnya bisa kita tangkap setelah melepaskan tembakan ke udara dan saya arahkan untuk dibawa ke Lanal Batam,” katanya.
Usai dilakukan penangkapan dan dibawa ke Lanal Batam selama dua hari perjalanan, KIA itu langsung diperiksa. Diketahui, di kapal itu ada 4 Anak Buah Kapal (ABK) dan terdapat BBM jenis solar sebanyak 150 ton.
Menurut Irvansyah, sejauh ini belum diketahui sumber dari BBM yang dibawa KIA tersebut. Namun, diduga BBM itu dibawa langsung dari Vietnam.
“Kita serahkan ke Lanal Batam untuk proses lebih lanjut dengan menghubungi perwakilan dari Vietnam. Kita juga mencarikan penerjemah karena kesulitan untuk berkomunikasi, selama dibawa ke sini hanya pakai bahasa isyarat saja,” imbuhnya.(egi)
