Kamis, 23 April 2026

Kawasan Industri Kabil Tawarkan 5 Hektare Lahan ke Pemko untuk …

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Sempat terkatung-katung karena tak tersedianya lahan, rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kemaritiman di Batam kini menemukan solusi. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan Kawasan Industri Kabil bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan BLK yang akan dibiayai pemerintah pusat tersebut.

“Mereka menawarkan, tapi memang saya belum lapor ke Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) soal ini,” kata Rudi Sakyakirti, kemarin.

Menurutnya, laporan ke wali kota sekaligus untuk meminta pertimbangan. Pasalnya, saat ini pihaknya juga tengah memproses pengusulan lahan pembangunan BLK yang sebelumnya di Tanjunggundap, Sagulung. Namun, kata Rudi, Kawasan Industri Kabil siap menghibahkan lahan untuk pembangunan BLK.

“Luas lahan yang mau dihibahkan lima hektare,” terangnya.

Rudi mengatakan, dengan luas lima hektare dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan BLK. Ia juga menilai lahan yang dihibahkan oleh kawasan industri Kabil kelak juga bebas dari persoalan. Hal itu berbeda jika di wilayah lain, yang kemungkinan masih ada klaim dari perusahaan atau warga terhadap lahan tersebut.

“Karena itu dari mereka, artinya sudah matang (tidak ada masalah), tinggal bangun saja,” terangnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta Kadisnaker untuk menjemput hibah tersebut. Bahkan, ia menyampaikan terima kasih melalui perwakilan Kawasan Industri Kabil, Naradewa yang hadir dalam kegiatan pelatihan tenaga kerja dan pencaker di aula PIH Batam Center. Amsakar juga menyampaikan salam kepada bos Citra Mas Group, Kris Wiluan yang merupakan pemilik Kawasan Industri Kabil.

“BLK yang mau dibangun, ternyata mereka mau bantu lahan. BLK ini sudah dua tahun persoalan lahan tak selesai, tahulah kita soal lahan di Batam ini tak mudah,” imbuh Amsakar.

Amsakar mengatakan lahan di Tanjunggundap, Sagulung, hingga kini belum selesai. Begitu juga rencana lahan di kawasan Nongsa. Dalam kondisi ini, ia menilai kehadiran Kawasan Indutri Kabil cukup membantu Pemko Batam membuat BLK guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik lagi bagi Batam.

“Sementara ini lahannya sedang diproses, siap itu kami akan bangun BLK. Kementerian yang akan bangun butuh sertifikat HPL (Hak Pengelolaan Lahan), inikan yang paling sulit didapatkan di Batam ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai namanya, BLK ini akan berkaitan dengan pelatihan Kemaritiman. Bahkan, juga akan ada pelatihan untuk welder bawah laut. (iza)

Update