batampos.co.id – Muhamad Fikri Pariska, balita berusia enam bulan, sudah dua hari dirawat di ruang rawat inap RSUD Natuna. Kondisinya belum mengalami perubahan. Balita penderita jantung bocor ini dirawat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dioperasi. Saat ini, Fikri hanya terbaring lemas, bahkan jarang menangis.
Balita enam bulan tersebut terus berjuang melawan penyakit bawaan sejak lahir. Tidak hanya menderita kelainan jantung, Fikri juga divonis dokter rumah sakit menderita katarak. Kini Fikri dipasa-ngi selang di lubang hidung untuk kebutuhan ASI. Setiap tiga jam perawat memberikan susu melalui selang di hidungnya.
Hasanah, orangtua Fikri mengaku saat ini berat badan anaknya mengalami penurunan drastis sejak satu bulan terakhir. Sebelumnya, berat badannya sudah mencapai 5 kg. Dengan kondisinya sekarang, dokter menyarankan dirawat selama empat hari untuk menaikkan berat badan.
”Sudah dua hari dirawat, kata dokter dirawat inap selama empat hari dulu, sebelum dirujuk. Tapi kapan dirujuknya tunggu keputusan dokter,” tutur Hasanah, Selasa (19/2/2019).
Diakui Hasanah, pemerintah daerah melalui dinas sosial sudah memberikan bantuan Rp 15 juta untuk transportasi ke Jakarta. Sedangkan biaya operasi keseluruhannya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
”Kami bersyukur, biaya operasi Fikri sudah diringan-kan BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, saat usia Fikri dua bulan, divonis dokter mengalami kelainan pada jantungnya, dan disarankan dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Namun karena tidak punya biaya dan belum terdaftar peserta BPJS Kesehatan saat itu belum bisa berangkat. Baru satu bulan terakhir Fikri didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.
”Sebelumnya kami peserta Natuna sehat, tapi Fikri belum. Jadi rujuknya ditunda,” ujarnya.
Kasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Yeti Hastuti mengatakan, sejauh ini sebagian besar masyarakat Natuna sudah terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Jika belum terdaftar, masyarakat bersangkutan dapat melaporkan ke Dinkes.
(arn)
