
batampos.co.id – Akses jalan masuk ke perumahan Sumberindo, Marina Garden, Bagaman dan Central Park, Tanjunguncang lumpuh total, Rabu (20/2/2019) pagi.
Itu karena luapan air laut yang sedang pasang naik hingga ke atas bahu jalan. Warga tak punya pilihan lain sebab tak ada akses jalan masuk lain selain jalan yang digenangi air laut tadi.
Aktifitas warga jadi terhambat. Mereka yang akan berangkat kerja ataupun antar anak ke sekolah pasrah sebab akan berisiko kerusakan kendaraan jika nekad menerobos genangan air laut tadi.
Samsyudin warga setempat menuturkan, ini sebenarnya persoalan lama sebab akses jalan masuk ini sama rendah dengan pesisir pantai Marina. Setiap air laut pasang jalanan selalu digenangi air, namun selama ini warga masih bisa ngelak sebab ada akses jalan lain dari perumaham Marina Garden. Namun beberapa pekan lalu akses jalan lain itu ditutup karena ada perselisihan paham antara sesama warga.
Warga akhirnya tak punya pilihan lain selain menggunakan akses jalan bersama yang selalu digenangi air laut itu. Kemarin situasi agak berbeda sebab saat air laut pasang, lingkungan sekitar diguyur hujan yang cukup deras. Air yang mengalir dari pemukiman warga akhirnya berbaur dengan air laut yang sedang pasang sehingga memperburuk genangan air di sepanjang bahu jalan.
“Hari ini paling parah. Semua bahu jalan ditutupi air. Makanya tak bisa kewat sama sekali. Tak terlalu tinggi sih tapi kalau paksa rusak motor kami nanti,” ujar Rudi, warga lain
Pantauan di lapangan, genangan air diatas bahu jalan cukup panjang. Kendaraan sulit mendapatkan celah jalan yang tidak tergenang air. Hampir seluruh bahu jalan digenangi air laut ataupun air yang mengalir dari pemukiman warga. Ini terjadi karena sistem drainase yang belum tertata dengan baik. Posisi jalan juga sama tinggi dengan pesisir pantai sehingga memudahkan air naik jika sedang pasang.
Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi juga mengakui itu persoalan lama. Itu terjadi lantaran pihak pengembang saat awal buka akses jalan kurang cermat memperhitungkan ketinggian jalan dengan kondisi air pasang. “Sejak awal perumahan itu bangun sudah begitu kondisi jalannya. Kita pernah turun ke sana dan drainase sudah dikeruk tapi memang agak susah karena faktor alam tadi,” ujar Ridwan.
Untuk mengatasi persoalan itu, kata Ridwan perlu ada kajian yang lebih lagi untuk mendapatkan solusi yang tepat.
“Perlu kajian itu. Kalau sebatas keruk atau normalisasi drainase belum cukup. Minimal ada tanggul biar air tak naik sampai ke jalan lagi,” ujarnya. (eja)
