
batampos.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam memprioritaskan pemasangan hidran atau alat pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk di Batam. Berdasarkan data, selama 2019 ini atau baru dua bulan, sedikitnya ada 50 kali kejadian kebakaran.
Kepala Damkar Batam Azman mengatakan, saat ini sudah ada 55 titik hidran yang dipasang Pemerintah Kota (Pemko) Batam selain hidran yang dipasang oleh BP Batam.
“Total ada 250 titik hidran yang sudah terpasang saat ini,” kata dia, Rabu (19/2).
Ia menyebutkan, selama mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Batam, tidak sedikit warga yang meminta pemasangan hidran di permukiman mereka.
“Ya, memang masih banyak titik yang belum terakomodir. Kami lihat dulu hasil musrenbang ini. Berapa total yang diajukan nanti kami coba anggarkan untuk tahun selanjutnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, cuaca panas yang belakangan terjadi membuat titik-titik kebakaran meningkat. Periode Januari, total kebakaran mencapai 17 titik, memasuki Feb-ruari naik menjadi 33 titik kebakaran.
“Itu ada yang di kawasan hutan hingga permukiman rumah warga. Karena panas jadi api cepat merambat. Bah-kan kami meminta bantuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mengirim helikopter guna memadamkan api,” ujarnya.
Untuk itu, ke depan pihaknya akan berusaha memasang hidran di kawasan padat, seperti Dapur 12, Tanjungpiayu dan beberapa titik lainnya.
“Yang jelas lokasi hidran harus mudah dijangkau dan jalannya luas, sehingga memudahkan saat digunakan,” beber Azman.
Ia mengimbau warga untuk tidak sembarangan membakar sampah dan membuang puntung rokok ke semak-semak atau di pinggir hutan.
“Ini sangat berbahaya, cuaca panas ditambah angin jadi api cepat merambat, terutama kawasan hutan lindung,” imbuhnya. (iza)
