Selasa, 28 April 2026

Sagulung Butuh Perbaikan Drainase Sepanjang 35 Ribu Meter

Berita Terkait

batampos.co.id – Upaya pemerintah kota Batam untuk normalisasi sistem drainase di wilayah kecamatan Sagulung belum rampung sepenuhnya. Wilayah kecamatan berpenduduk padat itu masih butuh perbaikan drainase induk dan lingkungan dengan total panjang mencapai 35.121 meter.

Permintaan perbaikan sistem drainase ini disampaikan masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan (musrembang) kecamatan tahub anggaran 2020 yang digelar di aula Top 100, Sabtu (23/2) lalu.

Berdasarkan salinan laporan usulan pembangunan secara keselurahan yang diterima perangkat RT/RW sekecamatan Sagulung untuk drainase yang diakomodir oleh anggaran PIK sepanjang 22.333 meter dan non PIK sepanjang 12.788 meter.

Rencana pembangunan ini merupakan usulan masyarakat dari kelurahan Sagulung Kota, Seilekop, Seipelenggut, Seibinti dan Tembesi. Kelurahan Sagulung Kota untuk PIK sepanjang 4.642 meter dan non PIK 2.077 meter, Seilekop PIK sepanjang 4.560 meter dan non PIK 350 meter, Seipelengut untuk PIK sepanjang 1.950 meter dan non PIK 9.961 meter, Seibinti hanya non PIK sepanjang 400 meter dan Tembesi hanya PIK sepanjang 1.220 meter. Sementara kelurahan Seilangkai usulan didominasi pada proyek semenisasi jalan lingkungan.

Camat Sagulung Reza Khadafi sebelumnya mengakui bahwa usulan perbaikan drainase masih mendominasi dari semua usulan pembangunan fisik yang masuk dari setiap kelurahan. Usulan ini akan diteruskan ke musrembang tingkat kota dengan harapan agar semuanya disetujui.

“Pembangunan fisik masih mendominasi. Ada drainase, jalan dan fasum. Tapi yang paling banyak drainase,” ujar Reza.

Normalisasi drainase dibutuhkan sebab wilayah kecamatan Sagulung merupakan jalur penyeberangan air dari sebagian wilayah Batuaji. Jika tidak tertata dengan baik maka akan berdampak buruk bagi wilayah Sagulung dan juga Batuaji.

Wali kota Batam Muhammad Rudi, Se, sebelumnya mengaku akan memperhitungkan semua usulan musrembang masyarakat Sagulung ini. Usulan pembangunan fisik khsusu jalan dan drainase akan diupayakan rampung dalam dua tahun kedepan.

“Insyallah bapak ibu, kami akan penuhi usulan-usulan ini. Kalau tak rampung tahun 2020 masih ada satu tahun lagi masa jabatan saya dan pak Amsakar,” ujar Rudi saat membuka musrembang sebelumnya di lokasi yang sama. (eja)

Update