batampos.co.id – Mabes TNI bergerak cepat menambah tenaga pasukan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) di Riau.

Sehari pasca Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau lokasi karhutla Sabtu (23/2), Minggu (24/2) dia langsung mengirim pasukan tambahan dari Jakarta. Ratusan pasukan yang tergabung dalam satu satuan setingkat kompi (SSK) itu sudah bertolak dari ibu kota.

Menurut Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, ratusan prajurit tersebut berasal dari Batalyon Artileri Medan 10/Brajamusti Kostrad. Secara khusus, ratusan prajurit itu dikirim ke Riau guna membantu pasukan yang sudah bertugas lebih dulu dalam penanggulangan karhutla di sana.


”Mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru,” beber jenderal bintang dua TNI AD tersebut.

Sejauh ini, ada beberapa daerah di Riau seperti Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai yang tercatat sebagai lokasi paling parah terdampak karhutla. Namun demikian, karhutla bukan hanya terjadi di tiga daerah itu. Tidak heran, Pemerintah Dearah Riau mengumumkan status siaga darurat karhutla. Untuk itu, Mabes TNI menilai perlu penebalan pasukan dalam penanggulangan bencana tersebut.

Dari Jakarta, kemarin Ganip melepas secara langsung prajurit yang diberi mandat melaksanakan tugas itu. Mereka diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma tidak lama setelah mendapat perintah dari panglima TNI. Di Riau, mereka bakal bertugas di bawah koordinasi Korem 031/Wirabima yang sudah diberi tugas oleh Kodam I/Bukit Barisan untuk menangani karhutla secara intensif.

Ganip menyampaikan bahwa seluruh prajurit yang dikirim dari Jakarta ke Riau kemarin sudah siap operasi. Itu tampak dari kesiapan mereka. Belum 24 jam keluar perintah dari panglima TNI, sambung dia, semua prajurit tersebut sudah siap untuk diberangkatkan.

“Hal itu menunjukan bahwa mereka semua memiliki kesiapan operasional yang tinggi,” terangnya.

Dia berharap besar pasukan itu mampu menjalankan semua tugas yang diberikan.

Mengantisipasi rentetan bencana yang terjadi sepanjang tahun lalu, tahun ini TNI memang sudah menyatakan memberi atensi terhadap setiap bencana yang membutuhkan tenaga mereka dalam penanganannya. Termasuk di antaranya karhutla yang terjadi di Riau.

”Itu semua membuktikan kepada masyarakat bahwa TNI akan hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat,” terang dia kemarin.

Ganip meyampaikan bahwa karhutla yang terjadi di Riau punya dampak yang luar biasa. Banyak masyarakat dirugikan lantaran karhutla menimbulkan asap yang pekat. Demikian pula dampak lain yang terasa sampai sektor ekonomi.

”Dikarekan penanggulangan kebakaran hutan menyedot anggaran negara yang begitu besar, yang semestinya bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan lainnya,” beber dia.

Asap yang muncul akibat karhutla, sambung Ganip, juga berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

”Serta menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut serta penyakit lainnya,” ujar dia.

Untuk itu butuh langkah cepat guna menanggulangi karhutla yang terjadi di Riau. Sehingga bencana itu tidak meluas dan menambah besar kerugian yang dirasakan oleh masyarakat.

Sebelumnya, panglima TNI juga sudah memerintahkan jajarannya agar menyiapkan helikopter maupun pesawat angkut yang siap beroperasi kapan pun untuk mendukung penanggulangan karhutla. Dia juga menyampaikan berbagai upaya bakal dilakukan supaya langkah-langkah yang diambil aparat bersama pemerintah benar-benar tepat.

Termasuk di antaranya water bombing untuk menambah efektivitas pemadaman api. (syn)

Loading...