Kamis, 23 April 2026

Daging Sapi Rp 88 Ribu, Daging Ayam Rp 47 Ribu

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Harga daging sapi beku dan ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional masih tinggi. Untuk harga daging sapi beku sudah mencapai Rp 88 ribu per kilogram (kg). Sedangkan ayam potong mencapai Rp 47 ribu per kg.

Ferdi, penjual daging di Pasar Aviari, Batuaji mengaku harga daging memang masih tinggi. Belum ada penurunan sejak Lebaran tahun lalu. Anehnya, kenaikan harga daging sapi beku maupun ayam potong segar ini bukan disebabkan stoknya yang terbatas ataupun permintaan yang terlalu tinggi.

“Kalau kami pedagang ini hanya menjual saja pak. Kalau daging sapi sudah tidak ada lagi yang Rp 80 ribu per kg. Memang tahun lalu di kisaran harga itu, tapi sejarang tidak ada lagi,” katanya, Sabtu (23/2) lalu.

Bukan hanya di Pasar Aviari, di Pasar SP Plaza, Sagulung, harga daging sapi beku maupun ayam potong segar juga terpantau masih tinggi. Di sana harga daging sapi beku berkisar antara Rp 85 ribu hingga Rp 88 ribu per kg. Sedangkan harga ayam potong mulai Rp 35 ribu sampai Rp 37 ribu per kg.

“Kalau saya menjual daging sapi itu hanya Rp 86 ribu. Kalau pedagang lainnya ada yang jual Rp 88 ribu per kg,” kata seorang pedagang di sana.

Ia mengatakan, tingginya harga daging sapi beku maupun ayam potong segar sudah berlangsung lama. Sebab harga dari distributor memang sudah mahal.

“Jadi, bukan kami yang buat mahal. Kalau masalah permintaan, biasa-biasa saja,” tambahnya.

Stela Ernida, warga Perumahan Aster Raya, Batuaji mengaku terpaksa mengurangi mengkonsumsi daging karena harganya masih mahal. Ia mengaku sejak tahun lalu, harga daging selalu mahal.

“Saya sudah ke beberapa pasar di sekitar Batuaji dan Sagulung ini, memang masih mahal. Bahkan di pasar kaget saja harga ayam sampai Rp 47 ribu per kg. Kalau daging sapi sudah diatas Rp 80 ribu. Memang tak turun-turun sejak tahun lalu,” sebutnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba mengatakan, masalah harga di pasaran ini tak kunjung turun sejak Hari Raya Idul Fitri lalu. Menurutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sangat lemah dalam melakukan pengawasan harga.

“Ini sangat memberatkan pedagang kecil dan warga yang akan belanja di pasar. Ini harus dipertanyakan, kok bisa tidak turun-turun harga di pasar,” katanya.

Untuk itu, ia berharap agar Disperindag setiap hari turun ke pasar untuk meninjau dan mengkontrol harga pasar.

“Sekarang ini ekonomi sulit tetapi harga masih tetap tinggi. Padahal warga harus tetap makan. Pemerintah harus hadir dalam hal ini,” tegasnya.(ian)

Update