Sabtu, 18 April 2026

Ekonomi Kepri Masih Bisa Tumbuh BP Batam Akan Maksimalkan Aset

Berita Terkait

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri optimistis ekonomi Kepri akan tumbuh positif sepanjang 2019 ini. Untuk triwulan pertama 2019 ini, BI Kepri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 5,2 persen (yoy).

Namun Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, meski tumbuh tapi pergerakannya melambat karena sejumlah faktor. Seperti normalisasi konsumsi rumah tangga usai Natal dan Tahun Baru serta aksi wait and see dari para investor untuk mengantisipasi pemilu di tahun ini.

“Triwulan pertama 2019 diperkirakan tetap tumbuh namun melambat pada kisaran 4,8 persen hingga 5,2 persen,” kata Gusti di Hotel Radisson Batam, Senin (25/2).

Sementara dari segi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, proyek pemerintah untuk tahun 2019 masih dalam tahap pengadaan. Dari sisi pertambangan, harga minyak dunia pada Januari lalu mengalami kontraksi sebesar 20,60 persen (yoy).

Akibatnya berdampak pada kinerja ekspor migas pada Januari lalu yang tumbuh sebesar 47,79 persen (yoy).

“Lebih lambat dibandingkan dengan bulan lalu yang tumbuh sebesar 99,24 persen (yoy),” katanya.

Sedangkan dari sisi industri pengolahan, kinerja ekspor non-migas justru mengalami perlambatan sebesar 32,89 persen (yoy). Perlambatan ini lebih besar dibandingkan dengan ekspor Desember 2018 yang juga melambat 11,98 persen.

Meskipun begitu, ada banyak faktor pendukung yang akan mendorong ekonomi Kepri naik pada triwulan pertama 2019 dan akan bertahan sepanjang tahun.

“Masuknya beberapa industri baru ke Batam tahun ini akan berdampak pada pertumbuhan kinerja ekspor dan peningkatan penggunaan tenaga kerja,” paparnya.

Di samping itu, SKK Migas sedang melelang beberapa blok migas baru. Salah satunya berlokasi di Anambas, Kepri. Selain itu, terdapat rencana pengeboran empat sumur migas baru di Kepri.

“Lalu, tren peningkatan harga minyak dan gas dunia dapat mendorong kinerja sektor pertambangan dan penggalian,” ucapnya lagi.

Dan terakhir, target kunjungan wisman ke Kepri pada tahun ini adalah sebesar 4 juta.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Diperkirakan dapat mendorong kinerja sektor perdagangan serta menarik minat investasi khususnya dalam sektor-sektor penunjang pariwisata,” tegasnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang tahun ini dipredisi akan meningkat dari rentang 5,2 persen hingga 5,6 persen. “Jika semua bisa dioptimalkan,” imbuh Gusti.

Lalu bagaimana kiat-kiat Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun ini? Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan aset-aset milik BP Batam seperti Gedung Beringin, Pulau Galang, Pantai Melur, dan lainnya.

“Aset-aset yang tak dioptimalkan mau kita telusuri karena mau dimanfaatkan,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, BP Batam akan menggelar investment forum pada 6 Maret nanti.

“Saya mau bawa mereka dalam investment trip. Kita bawa ke satu per satu aset BP. Tapi sebelumnya harus di-briefing dulu mengapa harus jasa,” ungkapnya.

Hingga masa kepemimpinannya yang berakhir pada April mendatang, Edy mengakui bahwa sektor jasa akan dioptimalkan. Selain tentu saja mengandalkan investasi yang saat ini sudah masuk pipeline.

Output kita belum maksimal. Selalu output kita sampai sekarang dengan investasi dari berbagai macam atraksi seperti lahan, insentif, FTZ dan PTSP belum maksimal,” paparnya.

Ditambah lagi dengan kapasitas kargo yang mampu ditampung Pelabuhan Batuampar hanya sekitar 400 ribu TEUs per tahun. Sehingga ia menilai semua lini yang dimiliki BP belum dikelola maksimal.

“Masukan dari Dewan Kawasan (DK), jasa yang dikembangkan itu terdiri dari jasa wisata, jasa logistik, jasa layanan kesehatan, jasa pendidikan, dan jasa data centre,” ungkapnya.

Dengan keberadaan pusat data atau data centre, sebenarnya Batam berpeluang menjadi distrik finansial seperti di Manhattan, Amerika. Batam dapat menyediakan jasa penyimpanan data-data penting bagi transaksi keuangan global.

Selain itu, sama seperti pendahulunya, Edy juga akan mengangkat pariwisata. “Kalau wisata, turis belanja maka akan terangkat ekonomi masyarakat,” paparnya.

Edy juga mengaku akan maksimal dalam mengembangkan potensi wisata di Batam.

“Saya sudah susuri satu-satu potensinya. Banyak, luar biasa. Saya akan bawa teman-teman saya yang berminat investasi. Karena saya dulu juga pernah urus wisata bahari dalam waktu yang lama,” katanya lagi.(leo)

Update