Sabtu, 2 Mei 2026

Nak Beli Nasi, Astrid Terjaring Razia

Berita Terkait

batampos.co.id – Ratusan kendaraan bermotor terjaring operasi penertiban yang digelar Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Batam, di Jalan Seraya Atas, depan Markas Kodim 0316 Batam, Selasa (26/2).

Kasi Penerimaan dan Penetapan UPT PPD Batam Center, Syarifuddin mengatakan, penertiban ini berhasil menjaring berbagai pelanggaran seperti penunggakkan pembayaran pajak kendaraan bermotor hingga tidak membawa kelengkapan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan.

Dalam operasi gabungan itu, sebanyak 83 unit kendaraan roda dua dan 326 unit kendaraan empat terjaring razia petugas. Sebagian besar menunggak pajak dan tak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Dari operasi kali ini, pendapatan pajak yang kami terima sebanyak 33.878.100,” ungkap Syarif.

Para pelanggar tersebut diberi pilihan diganjar tilang atau membayarkan pajaknya di loket yang disediakan.

“Kami sediakan loket pembayaran jika ada pengendara yang ingin membayar langsung. Tapi jika belum mau membayar, maka dikenakan tilang dan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Staf UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah BP2RD Batam Dian Anggraini mengatakan, bagi pengendara yang sudah melewati pembayaran wajib pajak akan langsung diminta membayar pajak.

“Kalau kita temukan pajak kendaraan mati, pengendara diminta untuk langsung membayar pajaknya ke kendaraan samsat keliling yang sudah kita sediakan,” ungkap Dian.

Sementara itu di lokasi sejumlah pengendara yang terjaring razia berdalih lupa membawa surat-surat. Ada juga yang mengaku hanya sekedar mengisi bensin, sehingga merasa tidak perlu memakai kelengkapan serta membawa surat kendaraaan.

Seperti yang dikatakan Astrid. Ia mengaku ingin membeli nasi padang. Namun karena ada razia, ia tidak bisa mengelak dan ikut terjaring razia.

“Rumah saya dekat sini pak. Mau beli nasi malah kena razia. Apes benar hari ini,” katanya.

Begitu juga dengan Tina, pengendara lainnya. Ia mengungkapkan dirinya hanya sekedar isi bensin sepeda motornya. Sayangnya malah ditahan.

“Tadinya mau isi bensin makanya tak pakai helm, tak bawa apa-apa. Soal mati pajak atau enggak saya mana tau orang motor suami,” katanya. (rng)

Update