foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Saat ini pengiriman barang paket dari Batam keluar daerah lainnya kembali normal. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kantor Pos utama Batam, Masni Gardenia Augusta, Selasa (26/2) sore.

Lancarnya kembali pengiriman barang paketan dari Batam keluar daerah, sudah berlangsung sejak 18 Februari lalu.

“Saat ini kami perharinya sudah mampu memproses pengiriman barang paket dari Batam keluar daerah sebanyak 12 ribu item, meningkat pesat dari semula pada tanggal 2 Februari dan 4 Februari yang kami dari Kantor Pos Batam hanya bisa memproses pengiriman barang dalam sehari seribu item saja. Tanggal demi tanggal kemampuan kami meningkat terus hingga posisi sekarang sudah di 12 ribuan dalam seharinya,” ujarnya.

Pada awal Februari lalu, Masni mengakui terjadi penumpukan barang paketan dari Batam keluar daerah. Hal tersebut karena ada sistem komputerisasi di Bea Cukai yang disebut CEISA.

“Di tahap awal, kami masih terkendala koneksi antara sistem yang ada di Kantor Pos Batam dengan sistem di BC Batam. Sehingga dari sekian banyak barang paket yang hendak dikirim keluar Batam, tidak semua bisa diproses. Di internal kami mencoba terus berbenah memperbaiki dan menyesuaikan sistem yang ada. Di BC Batam pun karena sistem baru, masih ada perbaikan sana-sini. Kami berusaha mencari jalan yang terbaik. Bersyukur saat ini kami mampu mengurai penumpukan barang itu dan persoalan clear,” terangnya.

Tinggal PR yang ada sekarang ini, lanjutnya, yakni menyelesaikan tumpukan barang yang dari awal bulan lalu.

Akibat penumpukan barang di awal bulan Februari lalu, Kantor Pos Batam terdapat kurang lebih 20 ribu item barang yang terlambat diproses atau penumpukan.

“Daya proses pengiriman barang kami per hari kan sebanyak 9 ribu item. Kami sudah proses di 12 ribuan item perhari. Artinya kami mencicil tunggakan penumpukan barang perhari sebanyak tiga ribu item. Dari tumpukan 20 ribu item barang yang tertunggak itu, dalam seminggu ke depan, kami pastikan itu semua sudah terurari atau terkirim ke daerah tujuan,” katanya.

Terkait pengecekan barang kiriman di BC, saat ini, lanjut Masni, sudah menggunakan basis manajemen risiko. Artinya ada item-item barang tertentu yang memang harus dicek lebih detail. “Soal itu, yang menguasai teknisnya adalah BC Batam,” lanjutnya.

Adanya sistem baru CEISA dari BC Batam, ditegaskan Masni, terbukti lebih cepat dalam proses barang yang hendak dikirim keluar Batam. Karena di titik awal proses entry loket penerbitan resi, data tersebut langsung connect ke CEISA BC Batam.

“Jadi dari titik awal tadi, BC sudah bisa memonitor awal, mana yang perlu di curigai atau perlu pengawalan ekstra, itu sudah bisa dicek lebih awal. Sehingga pada saat fisik kiriman masuk, nomor barcode sekian langsung terdeteksi. Dengan sistem tersebut, mempercepat proses pemeriksaan barang kiriman,” terangnya.

Dari akhir tahun 2018 Desember lalu, Kantor Pos Batam sudah melakukan modernisasi ,yakni menggunakan peralatan dan sistem yang dinamakan sistem conveyor belt.

Cara kerja conveyor belt sendiri barang baru datang, ditumpuk menunggu jadwal proses. Pada saat masa proses, barang tinggal naik jalan sendiri melalui alat conveyor, masuk ke x ray, dan di ruang procesing di lantai 2, terjadi proses sortir, manifesting. (gas)