
batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam mendapatkan bantuan bibit bayam dan kacang panjang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) tahun ini.
Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan tahun ini Batam mendapatkan bibit bayam untuk ditanam dan dikembangkan di lahan seluas 10 hektar yang berlokasi di Barelang.
Ia menjelaskan setiap tahunnya bayam selalu menjadi penyumbang inflasi di Kota Batam. Hal ini disebabkan harga banyak yang sering naik turun. Mardanis mengungkapkan pada waktu tertentu bayam dijual sangat mahal sehingga berpengaruh terhadap inflasi.
“Kalau mahal petani senang, namun pembeli yang mengeluh. Begitu juga sebaliknya,” kata mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disddukcapil) Batam ini, Rabu (27/2)
Menurutnya dengan pengembangan bayam ini, diharapkan harga bayam bisa stabil sehingga bisa menekan angka inflasi dari sayur bayam ini. Ia menyebutkan setiap per hari kebutuhan sayur bayam mencapai 20 ton.
Kebanyakan bayam di Batam ini berasal dari Bintan dan petani asli Batam. Berdasarkan data yang ada saat ini hasil petani belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, untuk itu didatangkan sayur bayam dari luar.
“Ke depan kalau yang 10 hektar ini panen, kebutuhan diharapkan bisa terpenuhi,” imbuhnya.
Mengenai jumlah impor dari luar ke Batam, Mardanis mengungkapkan tidak bisa menghambat masuknya barang ke Batam.
“Itu kan di karantina. Kemarin pernah saya tanya ternyata tak bisa dihambat kalau barang masuk ke Batam,” bebernya. (yui)
