
KEPALA BP Batam Edy Putra Irawady (tengah) usai rapat teknis forum pengawalan dan pelaksanaan sistem Online Single Submission (OSS) di Gedung Bida Marketing BP Batam, Jumat (22/2/2019).
batampos.co.id – Masa kepemimpinan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady tinggal dua bulan lagi. Tampaknya ia menikmatinya dengan cara ikut merencanakan pengembangan sektor jasa di Batam.
“Saya pikir saya tidak mungkin ikut proyek Greenfield (tender pengembangan bandara,red). Makanya saya maksimalkan di jasa-jasa, apalagi yang berkaitan dengan eskpor tinggi itu yang saya optimalkan,” katanya Rabu (27/2).
Ia mendapat masukan dari berbagai pihak bahwa banyak potensi yang bisa dikembangkan di Batam.
“Masukan tersebut yakni kembangkan jasa wisata, logistik, layanan kesehatan, pendidikan dan data centre,” ucapnya.
Arah pengembangan ini untuk menyuburkan perkembangan industri 4.0 di Batam. Edy mengatakan bahwa Batam sudah memiliki modal yang baik karena memiliki Nongsa Digital Park.
“Daya pikat ada, daya tarik ada, tinggal daya saing ini. Baru akses keluar, keamanan dan promosi. Inilah yang mau dibangun. Mudah-mudahan bisa lah saya sebelum April ini,” jelasnya.
Ia mengatakan masa kepemimpinannya memang tidak lama lagi. Makanya BP berupaya mempercepat proses prakualifikasi pengembangan Bandara Hang Nadim. Begitu juga dengan pengembangan Pelabuhan Batuampar sesuai dengan amanah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu.
“Kita bisa ambil duit dari perniagaan antar provinsi. Disana masyarakat akan terlibat, khususnya soal tenaga kerja. Makanya dalam dua tahun ini Batuampar harus bisa dikembangkan hingga 3 juta TEUs,” pungkasnya. (leo)
