Sabtu, 18 April 2026

Mahalnya Tiket Pesawat akan Genjot Inflasi

Berita Terkait

ilustrasi
foto: triptrus.com

batampos.co.id – Risiko inflasi memang akan menghantui Kepri di awal tahun 2019. Penyebabnya beragam mulai dari faktor alam hingga kenaikan tiket pesawat.

“Inflasi sebelumnya pada tahun 2018 bisa mencapai kisaran dibawah target inti 3,5 persen yakni 3,47 persen. Ini levelnya lebih baik dalam dua tahun terakhir,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera, Rabu (27/2).

Namun untuk kuartal pertama 2019 diprediksi akan mengalami inflasi yang cukup signifikan. Penyebabnya adalah angin musim utama yang menyebabkan gelombang tinggi yang dapat mengakibatkan terhambatnya jalur distribusi dari dan ke wilayah Kepri, termasuk distribusi bahan makanan.

“Ini dapat memicu kelangkaan pasokan ikan laut karena terbatasnya aktivitas nelayan sehingga harga ikan laut meningkat sehingga berpotensi menekan inflasi bahan makanan,” katanya lagi.

Selanjutnya dampak dari penyesuaian tarif dan upah pada awal tahun ini juga dapat memicu inflasi. Ditambah lagi saat ini, tren peningkatan harga emas dunia dapat memicu inflasi sandang.

Dan persoalan yang tengah hangat saat ini yakni kenaikan kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan.”Ini dapat memicu inflasi transpor, komunikasi dan jasa keuangan,” paparnya.

Dalam paparan BI juga menyebut bahwa deflasi atau penurunan nilai bayam menjadi penyebab murahnya harga bayam. Porsi deflasinya mencapai minus 19,68 persen pada bulan Januari. Begitu juga dengan kangkung. (leo)

Update