Kamis, 23 April 2026

Pengawasan Diperketat, Penjualan Ponsel BM Tiarap

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Bea Cukai (BC) Batam tak main-main dalam menekan masuk dan maraknya peredaran produk black market (BM) seperti ponsel baru ataupun bekas dari Singapura ke Batam. Termasuk, komoditas barang ilegal lainnya semacam ballpress maupun narkoba.

Guna memfokuskan pengawasan dan penegahan tersebut, pihak BC Batam secara khusus mengintensifkan kerja sama dan sinergisitas bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Kepri.

“Kami sudah melakukan pertemuan dan kunjungan secara bergantian langsung dengan Komandan Lantamal IV. Inti pertemuan tersebut, kami ingin bersama-sama mencegah, memberantas dan menekan masuknya barang black market dan ilegal dari luar negeri ke Batam,” ujar Kepala BC Batam Susila Brata melalui Kabid Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Sumarna, kemarin.

Komitmen yang dijalin bersama dengan Komandan Lantamal IV, lanjutnya, sesuai dengan keinginan pusat dalam menekan aktivitas ilegal, baik di perairan maupun di titik-titik masuk yang dicurigai dijadikan jalan untuk memasukkan barang ilegal. “Seperti misalnya ponsel black market,” katanya.

Dengan kerja sama tersebut, diyakini Sumarna makin memperkuat pengawasan dan penegahan masuknya barang ilegal dari luar negeri ke Batam. Termasuk peredaran ponsel BM dan juga ponsel bekas asal Singapura di kota ini.

Pantauan Batam Pos di beberapa titik konter ponsel di kawasan Batam Kota maupun di Nagoya yang dulunya terang-terangan menjajakan produk ponsel bekas Singapura maupun ponsel baru tanpa garansi atau BM, saat ini banyak yang tiarap. Konter-konter ponsel tersebut kini menjual ponsel baru yang dibuat perusahaan asal Tiongkok dengan garansi resmi.

Namun, di dalam etalase kaca konter ponsel yang memanjang tersebut, masih terpampang aneka ponsel bekas Singapura merek-merek terkenal. Seperti, iPhone, Samsung ataupun Sony.

Apabila pengunjung ingin mencari ponsel eks Singapura ke konter tersebut, pelayan konter langsung mengambilkannya dan menunjukkan ke konsumen.

“Ini barang masih bagus. Kami juga berikan garansi toko dua minggu,” ujar salah satu pelayan konter ponsel yang masih menjajakan ponsel bekas Singapura.

Salah satu pemiik konter ponsel yang menjajakan ponsel baru dan resmi di kawasan  Nagoya, Anto, membenarkan, saat ini penjualan ponsel BM dan bekas dari Singapura sudah tak seperti sebelumnya. Terlebih, setelah gencar disorot berbagai media di Batam.

“Mereka bukan tidak jual lagi, tapi cara mempromosikan ke masyarakat saja yang agak tiarap. Mayoritas sekarang berkedok memasarkan ponsel baru, resmi dan bergaransi dari produk keluaran Cina (Tiongkok),” terangnya.(gas)

Update