
batampos.co.id – Terowongan Pelita yang menjadi perantara Jalan Sriwijaya dan Laksamanan Bintan, kembali diwarnai aksi vandalisme. Sejumlah coretan baik di sisi kiri dan kanan terowongan, merusak estetika dinding yang belum lama di cat ulang.
Kasubdit Pembangunan Jalan Jembatan BP Batam, Boy Zasmita mengatakan, terowongan Pelita sudah acap kali dilakukan pengecatan ulang, hanya karena untuk menutupi coretan-coretan yang merusak pemandangan.
“Gambar atau coretan yang dibuat jelas bukan memperindah layaknya mural, tapi sebaliknya. Seperti tulisan-tulisan yang tidak pantas,” ujar Boy, Rabu (27/2).
Sebagai pemilik aset, lanjutnya, BP Batam hanya dapat berkoordinasi dengan Pemko Batam agar hal serupa tak terus terulang. Apalagi dalam proses pengecatan ulang itu, cukup memakan biaya besar.
“Untuk antisipasi sudah dilakukan dengan pemasangan pengumuman larangan, tapi tetap saja tak dihiraukan. Dari informasi yang kami terima, aksi vandalisme mulai dilakukan di atas pukul 24.00 WIB,” terangnya.
Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan perbaikan struktur terowongan secara keseluruhan. Mulai dari perbaikan pondasi, penerangan, juga pengecatan ulang dinding terowongan.
Humas BP Batam Topan menambahkan, kondisi ini kembali kepada kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga estetika kota.
“Akan lebih baik jika kita semua bisa bekerjasama menjaga estetika kota ini dengan baik. Kepedulian masyarakat Batam sangat diharapkan,” ungkapnya. (nji)
