Calon penumpang PELNI tujuan Batam-Jakarta.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional (Pelni) cabang Batam membatasi jumlah bagasi yang dibawa oleh penumpang kapal. Masing-masing penumpang hanya diperbolehkan membawa barang paling banyak 50 kilogram.

“Lebih dari jumlah tersebut baru dikenakan biaya bagasi. Jadi tak ada itu info bagasi berbayar dari awal,” kata Manager Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawandi, Rabu (27/2/2019).

Ia menjelaskan aturan bagasi berbayar ini sudah diterapkan dari dulu. Hal ini tidak bekaitan dengan informasi kenaikan biaya bagasi yang mulai diterapkan maskapai penerbangan.


“Sudah dari lama kalau soal tarif bagasi berbayar ini. kalau sudah melebihi 50 kilo, penumpang wajib bayar,” imbuhnya.

Dicky menambahkan informasi bagasi berbayar yang diterapkan Pelni sepertinya ditanggapi salah oleh calon penumpng. Menurutnya di daerah lain hal yang sama juga berlaku. Jika sudah melebihi kuota maksimum memang dikenai biaya.

“Tidak benar kalau bagasi berbayar kalau di bawah 50 kilogram,” tegasnya.

Saat ini lanjutnya, Pelni memang tengah kembali menjadi pilihan favorit bagi calon penumpang. Diberlakukannya bagasi berbayar membuat penumpang kesulitan membawa barang mereka. Untuk itu, mereka memilih angkutan laut dalam perjalanan mereka.

“Sedikit banyak pasti ada dampaknya. Saat ini saja kenaikan penumpang mencapai 100-200 persen,” imbuhnya.

Disinggung mengenai penambahan rute keberangkatan dari Batam, Dicky menyebutkan tidak tertutup kemungkinan jika permintaan mengalami lonjakan. Dulu Pelni pernah mengoperasikan dua kapal sekaligus untuk mengangkut penumpat dari Batam menuju kota lain.

“Melihat kondisi saat ini penambahan rute bisa saja. Tapi itu tergantung pemerintah daerah juga. Kalau dibutuhkan dan calon penumpangnya ada ya tinggal menyurati pusat saja. Kami akan layani apapun keputusan dari pusat,” ungkapnya.

Saat ini, Pelni berlayar dari Batam tujuan Jakarta dan Belawan Kota Medan. Intensitas penumpang akhir-akhir ini memang mengalami peningkatan. Hal ini mungkin disebabkan biaya maskapai yang tengah tinggi.

“Mudah-mudahn ke depan bagus terus capaian penumpang Pelni,” harapnya. (yui)

Loading...