
| Yulitavia/Batam Pos
batampos.co.id – Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebanyak 20 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Batam mendapatkan bantuan laptop dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Bantuan ini ditu-jukan untuk memenuhi ke-lengkapan sarana dan prasaran penunjang dalam pelak-sanaan UNBK yang akan digelar bulan depan.
“Masing-masing sekolah dapat delapan laptop,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Kamis (28/2).
Ia menyebutkan laptop tersebut diprioritaskan bagi sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ini. Sedangkan sekolah yang sudah memiliki alat penunjang cukup lengkap, tidak akan diberikan bantuan laptop karena hanya untuk sekolah yang minim alat saja.
“Seperti SMPN 6 Batam, sudah punya sarana dan prasarana yang baik. Jadi tidak mungkin diberikan bantuan lagi,” imbuhnya.
Saat ini, kata Hendri, beberapa sekolah yang mengikuti UNBK tidak semuanya menggunakan laptop milik sekolah. Untuk itu, pihaknya berinisiatif meminta bantuan kepada orang tua siswa untuk meminjamkan laptop milik mereka agar bisa menunjang pelaksanaan UNBK.
“Rata-rata semua sekolah yang melaksanakan UNBK meminjam laptop kepada wali murid karena terbatasnya komputer sekolah. Ini salah satu solusi agar Batam bisa melaksanakan UNBK,” jelasnya.
Masih kata Hendri, laptop akan didistribusikan sebelum UNBK berlangsung. Kendati demikian, tanpa bantuan laptop tersebut sebanyak 26 SMP Negeri sudah mantap untuk menggelar UNBK mulai 22 April mendatang.
“Simulasi sudah, pelaksanaan try out sistem komputer juga sudah. Jadi, ada atau tidak laptop tersebut ujian tetap berlang-sung,” bebernya.
Kepala SMPN 3 Batam Wiwiek Darwiyanti mengatakan tahun ini pelaksanaan UNBK masih mengandalkan pinjaman laptop dari wali murid. Sebagai salah satu sekolah favorit pihaknya tetap berupaya agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan baik.
“Kami sudah minta bantuan kepada orangtua untuk penggunaan laptop milik mereka. Jadi, yang punya bisa bawa laptop sendiri. Nanti usai UNBK laptop dikembalikan lagi,” ujarnya.
Ia berharap tahun ini SMPN 3 Batam tetap bisa meraih hasil terbaik untuk tingkat Batam maupun provinsi dalam raihan nilan ujian nasional. “Semua sudah siap. Kami tinggal tunggu pelaksanaannya saja,” tuturnya.
Sagulung Butuh SD dan SMP Negeri
Sementara itu, antusiasme warga Sagulung untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah negeri sangat tinggi. Buktinya, berdasarkan data musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), setiap kelurahan meminta untuk pembangunan gedung baru maupun penambahan ruang kelas baru, serta perbaikan fasilitas sekolah negeri di wilayah padat penduduk ini.
Permintaan ataupun usulan pembangunan sekolah negeri baik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP disampaikan masyarakat dalam musrenbang tingkat Kecamatan Sagulung tahun anggaran 2020 yang digelar di aula Top 100 Tembesi, Sabtu (23/2) lalu.
Berdasarkan laporan usulan pembangunan secara keselurahan yang diterima perangkat RT/RW se-Kecamatan Sagulung untuk pembangunan sekolah baru agar diakomodir melalui anggaran non PIK. Yaitu masyarakat dari kelurahan Sagulung Kota, Seilekop, Seipelenggut, Seibinti , Tembesi, dan Seilangkai.
Khusus untuk SMPN 50 Batam yang berlokasi di kawasan di Kaveling Tunas Regency, masih membutuhkan penambahan ruang kelas baru (RKB) sebanyak tujuh ruangan. Kemudian warga Tembesi menunggu adanya pembangunan SMPN 59, mengingat pada tahun ajaran lalu banyak peserta didik baru tidak tertampung di sekolah negeri lainnya.
Selain itu, warga Kaveling Nato juga mengusulkan penambahan enam ruang kelas baru SDN 020, serta pembangunan pagar sekolah serta toilet SMPN 21 Batam dengan volume 800 meter persegi di Kavling Berseri.
“Memang di Sagulung ini masih sangat membutuhkan pembangunan sekolah baru. Apalagi tahun ajaran baru pasti diperkirakan masih membludak, sementara sekolah sudah tak mampu menampung murid baru. Jadi kami minta dan berharap Pemerintah Kota Batam serius menangani masalah pembangunan sekolah ini,” ujar Dedi, warga Sagulung, Kamis (28/2).
Camat Sagulung Reza Khadafi sebelumnya mengakui bahwa usulan pembangunan sekolah masih mendominasi dari semua usulan yang masuk dari setiap kelurahan pada musrenbang. Untuk itu, usulan-usulan tersebut akan diteruskan ke musrembang tingkat kota dengan harapan agar semuanya disetujui.
“(Usulan) Pembangunan sekolah baru masih mendominasi, tapi permintaan ruang kelas baru juga banyak. Sebab memang, jumlah penduduk di Sagulung ini lumayan banyak dan terus bertambah,” ujarnya.(yui/cr1)
