Minggu, 15 Februari 2026

Dua Kecamatan Dapat Bantuan Rumah

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Program bantuan rumah untuk warga kurang mampu kembali di-gulirkan 2019 ini. Pemerintah daerah menetapkap dua kecamatan menerima bantuan tersebut. Di antaranya warga di Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkab Natuna Idris mengatakan, prog-ram bantuan rumah tersebut bersumber dari APBN 2019 sebesar Rp 6,4 miliar. Program bantuan stimulan perumahan swadaya ini sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

”Bantuan rumah untuk warga kurang mampu tahun ini sasarannya di Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga,” kata Idris, Kamis (28/2/2019).

Untuk wilayah Kecamatan Bunguran Timur, kata Idris, terdapat 35 rumah yang diba-ngun baru dan 85 unit rumah untuk direhab. Sementara untuk Kecamatan Pulau Tiga, mendapat 54 rumah diba-ngun baru dan 104 rumah direhab.

Sebelum dilaksanakan prog-ram ini, pihak kecamatan akan melakukan verifikasi data penerima. Semua harus di-sinkronkan dengan data terpadu di Dinas Sosial.

Lebih rincinya, sambung Idris, sasaran di Kecamatan Bunguran Timur terbagi di tiga kelurahan yakni Kelurahan Ranai dijatah 20 unit rumah baru dan 30 unit rehab rumah.

Di Kelurahan Bandarsyah dijatah 10 unit rumah bangun baru dan 25 unit rumah direhab, dan di Kelurahan Ranai Darat mendapat 5 unit rumah bangun baru dan 30 unit rumah direhab.

Sementara di Kecamatan Pulau Tiga, terdiri dari Desa Sabang Mawang 10 unit rumah baru,15 unit rumah rehab. Desa Sabang Mawang Barat dijatah 7 unit rumah baru dan rumah rehab 14 unit rumah. Desa Tanjung Batang 8 unit rumah baru, 20 unit rumah rehab. Desa Serantas 8 unit rumah baru, 21 unit rumah direhab. Desa Sededap dijatah 10 unit rumah dibangun baru, rumah rehab 25 unit. Desa Teluk Labuh dijatah 11 unit rumah dibangun baru dan 9 rumah direhab.

”Syarat utama penerima bantunan rumah ini adalah kondisi ekonominya kurang mampu membangun rumah, dan kondisi rumahnya tidak layak lagi dihuni. Tentu kami juga berharap, penerima bantuan tidak mengedepankan kekeluargaan, tapi yang kondisinya paling layak menerima bantuan,” ujar Idris. (arn)

Update