batampos.co.id – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam menyebutkan terobosan lelang elektronik (e-auction) lebih diminati ketimbang lelang secara konvensional. Pelaksanaan lelang elektronik ini tanpa harus kehadiran peserta. Hal ini didasarkan pada kemudahan, efisiensi, kepraktisan, dan keamanan yang melekat pada transaksi elektronik.
“Lelang konvensional masih ada. Tapi yang paling banyak saat ini secara online,” kata Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Batam, Dian Subakti, kemarin.
Diakuinya, salah satu penyebab lelang elektronik banyak diminati adalah pesertanya yang beragam, karena bisa diakses dimanapun. Berbeda dengan lelang konvensional, dimana peserta lelang harus hadir pada saat pelaksanaan lelang. Selain itu, layanan ini diklaim membantu masyarakat mengikuti lelang lebih nyaman dan aman, tanpa harus takut ada campur pihak lain.
“Tinggal buka lelang.go.id. Disitu semua barang yang dilelang dibuka secara nasional. Saat ini kita lebih banyak online, konvensional sudah jarang, sibuk ngumpulin orang,” ungkapnya.
Penawar di lelang online bisa mengikuti lelang di mana pun berada, tanpa harus datang ke lokasi lelang dan bertemu dengan peserta lelang lainnya. “Peserta bisa mengikuti lelang di mana saja. Di rumah, liburan atau di kantor, bekerja sambil menawar pun bisa,” imbuh Dian.
Untuk caranya sendiri, setelah membuka lelang.go.id, peserta lelang disuruh memasukan alamat emailnya. Disana mereka nantinya akan mendapatkan Virtual Account. Setelah pembayaran uang jaminan terverifikasi, peserta dapat mencetak tiket lelang yang di dalamnya tertera data peserta, informasi obyek lelang, kode QR yang nantinya dapat dipindai oleh Pejabat Lelang.
“Tinggal pilih barang disitu. Nanti dapat nomor rekening jaminan dan setelah menyetor ke rekening tersebut, kemudian pada hari H bisa mengajukan penawaran lelang,” jelas dia.
Berbeda dengan cara konvensional. Dimana peserta lelang harus menyetor terlebih dahulu ke BRI melalui rekening kantor lelang. Antusias masyarakat mengikuti lelang online ini juga terbukti lebih tinggi. Hal ini dilihat dari realisasi lelang KPKNL sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 334 miliar. Angka ini mencapai 89,1 persen dari target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 375 miliar.
“Kalau dari objek yang terjual ada sekitar seratusan,” beber Dian. (rng)
