foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Gemar belanja daring yang dilakukan masyarakat saat ini seolah sulit untuk ditepis. Terutama di Batam yang belakangan timbul berbagai kendala dalam hal pengiriman barang, nyatanya tak mengurangi minat masyarakat untuk berbelanja melalui situs elektronik tersebut.

Peminat belanja daring Wati mengatakan, berbelanja kebutuhan melalui e-commerce sangat membantu memenuhi barang yang diinginkan.

“Selain harganya lebih murah, pemaparan terhadap suatu produk lebih jelas, serta lengkap. Cari apa saja ada,” ujar Wati, seorang pekerja swasta di Tunas Industri Batamcenter.

Terkait ongkos kirim yang meningkat seiring tingginya harga tiket pesawat maupun penerapan biaya bagasi penerbangan, menurutnya tidak terlalu berpengaruh kepada para pembeli.

“Sejauh ini masih nyaman-nyaman saja. Perubahan memang di ongkos kirim lebih mahal atau pilihannya barang lama sampai,” terangnya.

Ia menjelaskan, mensiasati kendala tersebut banyak pihak e-commerce atau pedagang daring lainnya yang melakukan sistem pemasaran dengan memberikan pilihan kepada konsumen. Yakni, membayar ongkos kirim mahal atau pengiriman barang yang diperkirakan lambat tiba ke tangan pembeli.

“Promo potongan ongkos kirim juga masih banyak di sediakan pihak e-commerce, jadi belum sampai yang mengganggu aktivitas kegemaran belanja daring inilah,” ungkap Wati yang sedang gemar berburu Flash Sale.

Hal ini senada dengan penjual online tas di Batam, Mutya Eka Putri. Ia yang berdagang online melalui media sosial Facebook dan Instagram mengaku, pilihan yang dilakukan pihak penjual daring tersebut guna melanjutkan siklus transaksi daring tetap terus berjalan.

“Kalau pembeli mau bayar ongkos kirim mahal itu bukan masalah, tapi kalau yang sebaliknya saya sebagai penjual tidak memilih pengiriman lewat jalur udara melainkan lewat laut untuk tujuan luar Batam. Sehingga butuh waktu lebih lama sampai ke pembeli,” beber Mutya.

Karena merupakan usaha yang dikembangkan secara pribadi, ia juga mempertimbangkan lokasi penerima barang yang kira-kira dapat ditempuh melalui jalur laut.

“Saya biasa mengantar langsung ke ekspedisi (pengiriman kargo) jalur laut. Untuk harga per kilogramnya memang jauh lebih murah di banding melalui jasa penerbangan. Tapi kendalanya ya itu, lama sampai,” paparnya.

Maka dengan kondisi tersebut, ia terlebih dulu menyampaikan kepada para pembeli sebelum barang dikirim.

“Agar lebih transparan saja, dan pembeli tidak merasa tertipu,” tutup Mutya. (nji)