Minggu, 15 Maret 2026

Pria Terkapar di Semak Itu Tewas Dihantam Benda Tumpul

Berita Terkait

Polisi memeriksa lokasi penemuan mayat.

batampos.co.id – Tim Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Kepri telah menyelesaikan visum terhadap jenazah Mr X yang ditemukan di tepi Jalan Diponegoro, atau tepatnya di seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Sekupang pada Rabu (27/2) sore lalu.

Hasil visum polisi, ditemukan adanya tindak kekerasan berupa hantaman benda tumpul di bagian tengkorak kepala sisi kiri. Bekas luka yang tidak teratur ini, diperkirakan akibat dihantam benda tumpul berulang kali.

“Masih belum tahu (pembunuhan atau tidak, red). Tapi penyebab kematiannya karena hantaman benda tumpul di kepala,” kata Kabiddokkes Polda Kepri Kombes Djarot Wibowo, Kamis (28/2).

Djarot menjelaskan di tengkorak kepala sisi kiri terdapat luka terbuka sepanjang 10 centimeter dengan lebar 5 centimeter. “Di area tengkorak ada resapan darah 12×6 sentimeter,” jelasnya.

Hantaman benda tumpul tak hanya ada di bagian tengkorak kepala, menurut Djarot juga terdapat luka benda tumpul di bagian dahi kiri hingga bagian telinga.

“Bentuk lukanya tidak teratur, sepanjang 12 centimeter dengan lebar 3 centimeter. Luka ini juga mematahkan tulang dahi sepanjang 7 centimeter dengan lebar 0,5 centimeter ,” ungkapnya.

Selain luka akibat benda tumpul, juga terdapat luka akibat benda tajam di bagian punggung kanan. Luka yang menganga itu sepanjang 2 centimeter, lebar 0,8 centimeter dengan kedalaman 1 sentimeter.

Djarot menambahkan, dari hasil visum juga ditemukan ada patahan di bagian tulang rusuk kiri nomor 9, 10, dan 11. Selain itu ada resapan darah sepanjang 9×7 sentimeter. “Tali yang mengikat tangan Mr X sepanjang 3,4 meter,” ujarnya.

Djarot memperkirakan Mr X ini sudah meninggal sejak 3 hingga 7 hari lalu. “Kami sudah ambil DNA-nya juga guna mencari tahu identitas korban,” kata Djarot lagi

Polisi Sisir Lokasi

Sementara itu, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang melakukan penyisiran di lokasi penemuan mayat Mr X, Kamis (28/2) siang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, penyisiran lokasi ini dilakukan untuk me-ngumpulkan barang bukti yang diduga masih tertinggal di lokasi penemuan mayat yang sudah membusuk itu.

“Penyisiran di lokasi penemuan ini kita melibatkan seluruh anggota Satreskrim Polresta Barelang,” katanya.

Andri menjelaskan, penyisiran lokasi yang dilakukan pada kemarin siang belum menemukan petunjuk.

Namun, pihaknya akan terus bekerja untuk mencari barang bukti di lapangan. “Kalau nanti ada petunjuk lain, kita akan ke lapangan lagi,” ucapnya.

Adapun hasil penyelidikan sejauh ini, sambungnya, mayat itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 50 tahun. Saat ditemukan, mayat itu menggunakan kemeja dan baju kaos dalam berwarna biru dongker. Selain itu, mayat Mr X itu juga menggunakan gigi palsu pada bagian atas dan tinggi sekitar 165 sentimeter.

“Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, bisa langsung melaporkan atau menghubungi Polresta Barelang,” imbuhnya.

Jalan Diponegoro Butuh Kamera Pengawas

Penemuan mayat lelaki yang diduga korban pembunuhan di pinggir Jalan Diponegoro, pada Rabu (27/2) sore, menyisahkan perasaan waswas bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah itu. Masyarakat berharap agar pengawasan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang itu ditingkatkan.

“Kalau bisa ada pos polisi dan CCTv. Jalan ini sangat rawan, apalagi malam hari. Sepi dan gelap, jadi mudah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi,” kata Alimudin, pengendara sepeda motor saat ditemui di dekat lokasi penemuan mayat tersebut, kemarin.

Harapan masyarakat tersebut sangat beralasan. Sebab sepanjang ruas jalan negara itu, minim fasilitas pengawas. Hanya dilengkapi lampu penerangan jalan, tapi itupun banyak tidak berfungsi. Lalu, fasilitas lain seperti halte, pos keamanan, dan kamera pengawas tidak ada. Padahal, selama ini ksepanjang jalan tersebut dikenal sangat rawan tindak kejahatan.

Beberapa kali aksi kejahatan jalanan hingga pembuangan mayat yang diduga korban pembunuhan kerap terjadi. Jika ada kamera pemantau tentu akan memudahkan aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengungkap kasus kriminal yang kerap terjadi sepanjang jalan tersebut.

“Sudah banyak korban kejahatan di jalan ini. Ada yang dipalak, begal sampai dibunuh. Ini harusnya ditanggapi serius oleh pemerintah daerah dengan melengkapi fasilitas pengawas di sepanjang jalan ini,” kata Ummar Haris, pengguna jalan lainnya.

Pantauan di lapangan, kerawanan jalan lintas kecamatan itu tidak saja pada minimnya fasilitas penunjang kenyamanan pengendara, tapi juga kondisi jalan kurang bagus. Jalan satu jalur itu dihiasi lubang, sehingga dapat mengancam keselamatan pengendara setiap saat.

Keluhan demi keluhan sudah disampaikan masyarakat, namun hingga saat ini belum mendapat respon dari pemerintah daerah. Bahkan proyek jalan dua jalur juga masih mangkrak hingga saat ini.

Walikota Batam Muhammad Rudi, belum lamai ini mengakui adanya persoalan itu. Peningkatan jalan di kawasan ini merupakan kebutuhan yang mendesak, sehingga tahun ini proyek peningkatan jalan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan kembali dilanjutkan.(ska/egi/eja)

Update