Senin, 6 April 2026

Tren Suara Golkar Merosot, Akbar Tanjung Turun Gunung

Berita Terkait

Akbar Tandjung

batampos.co.id – Tren penurunan perolehan suara Partai Golkar yang disebutkan sejumlah lembaga survei membuat sesepuh Golkar, Akbar Tanjung, jengah. Untuk menepis hasil survei itu, mantan Ketua Umum DPP Golkar era Reformasi itu memilih turun gunung hingga awal April 2019. Atau beberapa hari menjelang berakhirnya masa kampanye calon legislatif (caleg).

Dalam beberapa waktu terakhir ini, Akbar sudah mendatangi belasan DPD Golkar tingkat provinsi. Kamis (28/2) sore, DPD Golkar Bali menjadi daerah ke-16 yang dia datangi.

Kedatangannya itu disambut petinggi Golkar Bali di bawah kepemimpinan Plt Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih serta para sesepuh Partai Golkar. Salah satunya Ida Cokorda Pemecutan XI. Bahkan, Akbar sempat menyaksikan langsung pelantikan dan pengukuhan AMPG yang notabene sayap partai yang lahir di era reformasi.

Tapi yang paling menjadi penekanannya dalam acara itu mengenai kerisauannya atas hasil survei dari beberapa lembaga yang menunjukkan gelagat penurunan perolehan suara Golkar. Bahkan, menurut survei yang dilakukan salah satu media nasional belum lama ini menempatkan Golkar pada posisi keempat dalam perolehan suara. Dengan rincian, PDIP di posisi pertama, Gerindra di posisi kedua, PKB di posisi ketiga. Sedangkan Demokrat di posisi kelima.

“Sinyal penurunan itu berdasar hasil beberapa survei. Baik lembaga atau media. Terus terang saya sangat sedih sekaligus tergerak untuk turun. Memberi semangat dan dukungan kepada junior-junior saya untuk sama-sama berjuang menaikkan suara dan kursi Golkar,” ujar mantan Ketua DPR RI itu.

Merujuk ke belakang, Akbar mengungkapkan tren penurunan perolehan suara dalam dua kali pileg. Baik pada 2009 maupun 2014. Bahkan untuk pileg 2014, Golkar harus puas dengan perolehan 91 kursi di DPR. Sehingga pada pileg 2019 nanti, Golkar sesuai dengan target DPP mesti meraih 110 kursi. Bila itu tercapai, maka Golkar mampu mengalahkan perolehan suara PDIP pada 2014 lalu yang totalnya 109 kursi.

“Itu sebabnya saya langsung kirim surat ke masing-masing DPD tingkat provinsi. Saya ingin turun ke daerah-daerah bersama rekan-rekan di pusat untuk menaikkan perolehan suara Golkar. Dan semoga di 2019, Golkar menjadi pemenang. Itu sudah jadi tekad,” tegasnya.

Karena itu, saat memberikan pidato politik di hadapan kader Golkar dari seluruh Bali, mengingatkan untuk membangun konsolidasi dan soliditas partai.

“Konsolidasi partai. Itu sudah jadi hukum organisasi. Kedua bangun Golkar yang solid,” imbuhnya.

Bahkan untuk memotivasi semua kader, Akbar Tanjung sampai mengulas masa-masa gelap Golkar di era reformasi. Terlebih saat itu dirinya merupakan ketua umum yang mesti berhadapan situasi sulit dan harus survive. Mulai dari perusakan hingga pembakaran kantor DPD di sejumlah daerah. Sampai upaya pembubaran Golkar.

“Di depan mata saya sendiri kantor Golkar dibakar. Di 38 kabupaten,” ujarnya mengenang masa-masa survival Golkar di era reformasi.

Dan situasi itu, sambung dia, juga terjadi di Bali. Bahkan dia menyebutkan saat itu banyak kader yang mengalami teror. “Saya ke Bali. Mobil saya diganggu,” imbuhnya.

Dari pengalaman itulah, dia berharap agar kader Golkar di Bali berjuang memenangkan pileg 2019. Memenuhi target perolehan kursi yang ditetapkan DPP.

“Minimal duduk di tingkat pimpinan DPRD. Syukur-syukur bisa ketua DPRD,” pungkasnya. (hai/aim)

Update