batampos.co.id – Penumpang angkutan udara mengalami penurunan terparah di awal tahun dalam tiga musim terakhir. Jumlah penumpang sepanjang Januari 2019 tercatat sebesar 6,6 juta orang.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti tidak memungkiri jika rampungnya sejumlah proyek tol di Pulau Jawa ikut memberi kontribusi penurunan jumlah penumpang udara.
”Sebetulnya secara umum ada (pengaruh),” ujarnya di Jakarta, Jumat (1/3).
Menurut dia, kehadiran tol dianggap semakin memberikan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat untuk pulang ke kampung halamannya. Di sisi lain, kenaikan tarif udara beberapa waktu lalu ikut jadi biang kerok turunnya penumpang udara.
”Dengan adanya tol yang langsung menghubungkan Jakarta-Surabaya itu semakin mempermudah. Angkutan udara yang masih ada kenaikan juga memberi pengaruh,” kata dia.
Sekadar informasi, transportasi angkutan udara mengalami penurunan terendah di awal tahun atau Januari sejak tiga tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang pada penerbangan domestik sebesar 6,6 juta orang pada Januari 2019.
Jika dibandingkan pada Januari 2018, jumlah penumpang udara pada penerbangan domestik tercatat sebesar 7,61 juta orang. Sementara itu pada Januari 2017 jumlahnya sebesar 7,27 jua orang.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan jika penurunan tersebut merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahun. Sebab, ketika peak season selesai, transportasi udara perlahan menurun.
Jika dibandingkan dengan Desember 2018, jumlah penumpang mengalami penurunan 16,07 persen dari sebelumnya 7,93 juta orang menjadi 6,6 juta orang.
Jika dilihat lebih rinci, di sepanjang 2018 jumlah penumpang yang berada di kisaran 6 juta hanya terjadi pada Februari 2018. BPS mencatat jumlahnyan 6,91 juta orang. Sementara itu untuk bulan lainnya di sepanjang 2018 jumlah penumpang konsisten berada di angka 7-8 jutaan penumpang. (*)
